• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen Artikel

​Kinerja Ahok dimata BPK: PENGELOLAAN KEUANGAN WDP

by Media Harapan
15 January 2017 21:59
in Artikel, Citizen, Opini
0

Cagub Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama (Ahok) (NET)

Oleh: Muchtar Effendi Harahap (NSEAS)

DEBAT Paslon Pilkada DKI, Jumat malam, 13 Januari 2017, telah tampilkan sejumlah issue strategis urusan pemerintahan dan rakyat DKI. Namun, belum tampil satu issue strategis terpenting bagi Pemprov DKI, yakni  “pengelolaan keuangan” atau Financial Management.  Issue strategis ini sungguh selama Ahok jadi Gubernur belum terpecahkan dan dibiarkan berlangsung begitu saja dlm perdebatan publik. Tidak ada indikasi solutif bagi issue ini terutama dari fihak Ahok. 

Telah diketahui publik DKI, Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta, ” terbesar” di Tanah Air. Kenaikannya pun sangat signifikan setiap tahun. 

Pada 2012, APBD DKI Jakarta dipatok Rp 41,3 triliun. Pada 2014, APBD DKI melonjak menjadi 72,9 triliun. Jumlah itu semakin bertambah pada 2015 menjadi Rp 73,08 triliun. Namun terakhir, 2016, jumlahnya menurun menjadi Rp 67,16 triliun. Bahkan, era Gubernur baru pasca Pilkada 2017, diperkirakan mencapai Rp. 100 triliun. 

Persoalannya, apakah APBD itu sudah dikelola dengan baik? Inilah jawabannya.

BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) menilai Pemprov DKI di bawah Ahok sebagai WDP (Opini Wajar Dengan Pengecualian). Menurut istilah akuntansi, WDP adalah pendapat diberikan ketika laporan dikatakan wajar dalam hal material, tetapi terdapat sesuai penyimpangan (kurang lengkap) pada pos-pos tertentu, sehingga harus dikecualikan. Pengecualian itu sendiri mungkin saja terjadi karena bukti kurang cukup, adanya pembatasan ruang lingkup, atau terdapat  “penyimpangan” dalam penerapan prinsip akuntansi berlaku umum. Predikat WDP 2014 tidak berbeda dengan opini audit BPK pada laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta pada 2013 (Awal Era Jokowi-Ahok). Padahal pada periode Pemprov sebelumnya, Gubernur Sutioso dan Fauzie Bowo alias File,  selalu mendapat opini audit WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Predikat WDP diberikan kepada Ahok karena ada 70 temuan dalam laporan keuangan DKI senilai Rp. 2,16 triliun, berindikasi kerugian DKI senilai Rp 442 miliar. Berpotensi merugikan DKI sebanyak Rp. 1,71 triliun. Lalu kekurangan penerimaan dana DKI sebanyak Rp. 3,13 miliar, belanja administrasi sebanyak Rp. 469 juta dan pemborosan Rp. 3,04 miliar. Beberapa temuan wajib menjadi perhatian Pemprov DKI. Yaitu asset seluas 30,88 hektar di Mangga Dua dengan PT. Duta Pertiwi dianggap lemah dan tidak memperhatikan faktor keamanan asset; pengadaan tanah RS Sumber Waras di Jakarta Barat tidak melewati proses pengadaan memadai (ada indikasi kerugian senilai Rp. 191 miliar); kelebihan bayar premi asuransi senilai Rp. 3,7 miliar; pengeluaran dana Bantuan Operasional Pendidikan tidak dapat dipertanggungjawabkan senilai Rp. 3,05 miliar; penyertaan modal dan asset kepada PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) tidak sesuai ketentuan. Hal terakhir ini menyangkut tanah seluas 794 ribu meter persegi, bangunan seluaas 234 meter persegi dan tiga blok apartemen belum diperhitungkan sebagai penyertaan modal kepada badan usaha milik daerah. 

Berdasarkan laporan BPK, dalam perjalanan Ahok selaku Gubernur DKI terdapat data dan fakta lain, ada  temuan BPK ttg beberapa “ketidakberesan” dalam penggunaan anggaran oleh Pemprov DKI tahun anggaran 2014. Atas dasar itu, BPK memberi opini “wajar dengan pengecualian (WDP)” untuk laporan keuangan tahun 2014 lalu. Hal ini tak berbeda dengan laporan keuangan pada 2013 sebelumnya, juga diberi penilaian WDP. Beberapa temuan BPK yang mengakibatkan DKI mendapat “rapor merah” antara lain sensus aset masih berantakan (Tempo, 7 Juli 2015). Ironisnya, Ahok selama ini diklaim sebagai bersih, jujur dan anti korupsi, justru  predikat WDP terus berlangsung   untuk Anggaran Tahun 2015, dan diperkirakan juga untuk Anggaran 2016.  Karena itu, dimata BKP kinerja Gubernur Ahok sejak tahun 2013, 2014 dan bahkan 2015 tergolong jelek dengan predikat WDP. Untuk Anggaran Tahun 2016, belum ada laporan penilaian BKP hingga tulisan ini dibuat.

Mengacu pada Liputan6.com, Jakarta, BPK telah menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK terhadap laporan keuangan tahun 2015. Dalam audit keuangan tersebut, Pemprov DKI kembali mendapat penilaian “Wajar Dengan Pengecualian” (WDP). Empat poin utama yang dicatat BPK, semuanya mengenai bobroknya pencataan aset di DKI. WDP tahun lalu sudah ditindaklanjuti namun belum memadai. Tahun 2016 masih sama seperti tahun 2015. Hal diperhatikan pengendalian pengelolaan piutang PBB belum memadai, belum catat kewajiban konversi terkait kontribusi pengembang, pencataan aset tidak melalui sistem akuntasi dan inventarisiasi aset belum valid. 

Jika, debat Paslon kedua mendatang dimunculkan susu strategis WDP Pemprov DKI dibawah Ahok sejak 2013 hingga 2015, sungguh cukup menarik. Issue ini akan merembet pada issue besar  korupsi APBD seperti issue pembelian bus Transjakarta, UPS, pembelian tanah Rumah Sakit Sumber Waras, pembelian tanah milik sendiri di Cengkareng, dll. Sebagus apapun program kerja Gubernur, menjadi tidak efisien dan mencapai target jika manajemen keuangan tidak baik dan syarat penyimpangan atau korupsi.

Jakarta, 15 Januari 2017

Oleh: Muchtar Effendi Harahap (NSEAS)

Comments

comments

Tags: AhokCAGUB DKIGubernur DKIMuchtar EfendiNSEASPemprov DKI JakartaPetahanaPilkada
Previous Post

Ira Koesno jadi Pemenang dalam Debat Kandidat Pilkada DKI

Next Post

Soni Sumarsono; Hotel Alexis berpotensi ditutup

Media Harapan

Next Post
Soni Sumarsono; Hotel Alexis berpotensi ditutup

Soni Sumarsono; Hotel Alexis berpotensi ditutup

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

12 July 2026 15:21
Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47
Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

16 June 2026 10:37
Pemkab Bogor Janji Buat Surat Edaran Cegah LGBT

Pemkab Bogor Janji Buat Surat Edaran Cegah LGBT

14 June 2026 08:33

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

12 July 2026 15:21
Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia