@TAK PERLU DIKWATIRKAN PAK .!
Oleh : Moh Naufal Dunggio
Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jkt (LDK PWM DKI JKT).
Aparat penegak hukum kita terlalu berlebihan dalam menyikapi aksi-aksi yang dilakukan umat Islam. Tergambar dalam benak mereka bahwa umat Islam kalau kumpul-kumpul bikin semacam ujuk rasa (unras) maka akan terjadi kekacauan dan keributan yang besar bahkan mungkin akan kiamat sehingga penanganannya harus super ketat. Pola pikir yang selalu tertanam dalam otak mereka bahwa umat Islam adalah umat yang BRUTAL, PEMBRONTAK, SUMBU PENDEK dan EMOSIAN. Stereotipe yang buruk yang selalu dipaksakan melekat dalam tubuh umat Islam. Padahal mereka sendiri beragama Islam.
Dalam kasus penistaan Al-Quran udah tiga kali umat Islam melakukan kegiatan UNRAS 1410, 411 n 212. Alhamdulillah dengan gelombang manusia yg begitu banyak tidak ada kejadian-kejadian yg membuat kerugian bagi negara juga bagi manusia yangg lain. Bahkan pada aksi 212 yang di hadiri hampir 10 juta manusia tidak ada satupun rumput di sekitar TKP (tempat kejadian perkara) Monas dan sekitarnya yang rusak terinjak-injak oleh peserta aksi. Jalan-jalan kembali bersih seperti semula. Bandingkan dengan aksi tandingan PKI (Parade Kita Indonesia) 412, Jalan kotor penuh sampah, taman rusak dan rumput di injak-injak serta di setiap sudut-sudut pohon bau pesing karena jadi WC umum, namun itu tidaj menjadi perhatian khalayak ramai terutama aparat keamanan.
Dunia makin terbolak balik. Menegakkan hukum hanya mengikuti selera hawa nafsunya saja.
Umat Islam di hari Sabtu 112 akan mengadakan aksi lagi untuk mengingatkan umat Islam di DKI Jakarta agar jangan salah memilih pemimpin. Pilih yang satu iman dab jangan pilih yang kafir.
Apa yang harus dikhawatirkan dengan aksi ini …? Umat Islam adalah umat yang santun serta penuh rahmat. Terutama umat Islam Indonesia. Lihat saja si penghina dan penista al-Quran itu bisa melenggang kangkung dengan bebas dalam kampanyenya tanpa diganggu oleh umat Islam. Dia mendapatkan pengawalan bak seorang KAPOLRI atau Kepala Negara yangg pengawalnya umumnya dari orang yang beragama Islam. Bandingkan kalau itu terjadi di Timur Tengah atau di Asia Selatan. Dipastikan sudah game over si penista itu.
Apa juga yang haruss dikawatirkan dengan aksi 112 yang akan dilakukan oleh umat Islam kalau para TERORIS yang selalu di buru oleh polisi dengan membikin aksi laksana di FILM-FILM ACTION AMRIK tidak menampakkan batang hidung mereja dikala Al-Quran di nista dan Ulama di maki dan dikriminalisasikan. Mana para teroris itu …? Jangan-jangan mereka hanya … ahhh sudahlah gak usah kita bersu’ud dzon ria dengan mereka. Tapi paling tidak ini dapat memberikan bukti bahwa umat Islam bukan umat emosian dan pemberontak serta sumbu pendek. Jadi yang jadi teroris itu adalah mereka yang disetting oleh manusia-manusia durjana bin durhaka yang mengorbankan umat Islam untuk mendapatkan proyek dari tuannya yang kafir diluar negeri.
Kami umat Islam adalah pemegang saham terbanyak terhadap NKRI, PANCASILA dan BHINEKA TUNGGAL IKA. Jadi MUSTAHIL bin MUSTAHAL kalau umat Islam ingin menghancurkan negeri ini. Kata Panglima TNI, Umat Islam adalah BENTENG TERAKHIR dalam mempertahankan KEUTUHAN NKRI.
Jadi, jangan anda menghayal bahwa umat Islam akan diam dan membiarkan negeri ini dicabik-dicabik oleh ASING dan ASENG. RESOLUSI JIHAD akan terus berkumandang di seantero negeri ini bila negeri ini akan di caplok oleh si asing dan aseng itu.
Yah, benar bahwa kami umat Islam adalah umat yg santun, pemaaf, ramah dan penuh kasih sayang tapi kalau negeri ini kalian rusak maka istri kami siap jadi janda dan anak kami siap Jadi yatim untuk MEMBEL AGAMA, AL-QURAN, ULAMA dan NKRI.
CAMKAN ITU WAHAI MUSUH ALLAH.






