Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian Kementan modifikasi alat pengendali tikus di Sultra

BERBAGI

MEDIAHARAPAN.COM, Konawe – Kepala BB Mekanisasi Pertanian Kementan sekaligus Pj Upsus Sultra dalam rangkaian kunjungan Percepatan Tanam Padi ke Kabupaten Konawe menyaksikan alat pengendali tikus menggunakan gas. 17/10/2017

Tikus adalah hama kedua terpenting pada tanaman padi di Indonesia. Hama ini harus diperhatikan khusus. Karena kehilangan hasil produksi akibat serangan hama tikus sangat tinggi. Usaha untuk mengendalikan tikus ini sudah banyak dilakukan oleh para petani, mulai dari fisik, cara hayati, sanitasi, kultur teknik, mekanik dan kimia. Tetapi diakui, bahwa dengan cara pengendalian itu bulum optimal, sehingga harapan untuk menekan populasi tikus sangatlah sulit.

Tikus merupakan salah satu hama utama padi sawah di Sulawesi Tenggara. Berkenaan dengan masalah tersebut maka upaya pengendalian hama tikus perlu terus dilakukan. Beberapa upaya pengendalian yang telah dilakukan oleh petani yaitu dengan gropyokan serta penggunaan umpan beracun.

Menurut Pak Made alat ini cukup efektif membasmi tikus sawah.
Mencermati alat tersebut Ka BBP Mektan Andi Nur Alam Syah, ST, MT tertarik untuk memodifikasi sehingga lebih aman, lebih praktis, lebih ergonomis, dan lebih berdayaguna.

Diharapkan modifikasi alat tersebut telah selesai pada ahir tahun 2017 sehingga pada awal tahun 2018 telah dapat dilakukan demo pada skala luas.

Kunjungan Kepalai balai Mektan ke kab. Kolaka timur dan Kab. Konawe Prop. Sultra direncanakan akan bersama sama Pemda Kabupaten Konawe dan BPTP Sulawesi Tenggara melakukan demo alat tersebut.

Modifikasi alat pengendali tikus tersebut merupakan upaya Kementan dalam menanggulangi keberadaan hama tikus di Sultra yang telah lama menjadi kendala bagi para petani. Dengan dimodifikasinya alat tersebut diharapkan mampu mengurangi keberadaan jumlah tikus di Sultra. Sehingga hasil panen para petani menjadi lebih maksimal. (myw)

Comments

comments