MEDIAHARAPAN.COM, KABUPATEN MALAKA – Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Malaka, Zainal Mutaqin mengatakan kerukunan umat beragama di Kabupaten Malaka selama ini sangat terbina baik, kondusif sehingga harus tetap dijaga dan dipelihara secara baik.
Saya menghimbau kepada saudara saya yang muslim dan saudara saya yang non muslim agar tetap memelihara suasana yang sudah sejuk dari dulu kita perkuat lagi. Jangan kita terprofokasi oleh beberapa oknum yang mementingkan kelompoknya sendiri guna mecah belah kerukunan di Kabupaten Malaka. Harapan saya semuanya bisa menyikapi peristiwa tersebut dengan kepala dingin dan lapang dada agar tidak meresahkan masyarakat Kabupaten Malaka. Hal itu disampaikan Ketua MUI Kabupaten Malaka kepada wartawan di Betun, Sabtu (3/2)
Ketua MUI Kabupaten Malaka mengatakan menyikapi perkembangan yang terjadi beberapa hari lalu tentang kegiatan Parmusi di Kabupaten Malaka , khususnya di wilayah Kecamatan Malaka Barat dan Wewiku itu sebetulnya tidak ada masalah.
“Untuk kami sendiri dan kita semuanya di Kabupaten Malaka dari dulu hingga sekarang aman-aman saja dan saling menghormati satu sama lain antar umat beragama yang ditandai kerja sama antar agama”
“Kenapa terjadi seperti itu? Mungkin dari pihak Parmusi sebagai panitia penyelenggara kurang koordinasi dengan berbagai elemen terkait seperti masyarakat setempat, terutama tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada di wilayah Malaka Barat dan Wewiku”.
“Terkait keamanan disini dari dulu hingga sekarang kita di Malaka baik-baik saja dan aman dari dulu. Toleransi dan kerja sama antar umat beragama sangat bagus dan kondusif”
“Saya himbau kepada kita semuanya sebagai pengguna media on line agar bersikap netral, bijak, mengeluarkan statement atau mengeluarkan berita tidak menyimpang sesuai kondisi riil yang ada’.
“Setahu saya informasi
yang beredar di media on line diluar realita. Karena berita yang keluar di media on line terkesan Malaka tidak toleran padahal kenyataannya tidak demikian. Ini sudah berada diluar konteks dan kenyataan yang terjadi di Malaka”.
“Saya minta kepada semua pihak agar tidak terprofokasi dengan isu yang tidak sehat yang berpotensi memecah belah masyarakat Kabupaten Malaka”.
“Saya minta kepada teman-teman media agar bersikap netral dan tidak berpihak pada pihak tertentu yang memberikan pemberitaan yang kurang menyejukkan . Apalagi pada beberapa bulan yang akan datang ada Pilgub NTT , Pileg. pilpres tentu sangat mengganggu karena pengguna media tidak melaporkan kondisi yang sesungguhnya”.
” Bahwa apa yang terjadi di Malaka Barat adanya penolakan masyarakat tersebut tidak benar karena sesuai info awal hanya kegiatan bakti sosial saja, tidak ada bentuk kegiatan lainnya , bahkan MUI pun tidak diberitahukan terkait acara peletakan batu pertama pembangunan tempat kegiatan ibadah atau tempat belajar mengaji sebagaimana disampaikan ke MUI”
“Perlu disampaikan pembatalan acara selain bakti sosial tersebut atas keputusan dan musyawarah bersama antara aparat keamanan dari Polsek, Koramil, tokoh agama dan tokoh adat, MUI, Paroki dan masyarakat sekitar. Jadi penolakan atau pembatalannya bukan keputusan sepihak tapi atas kesepakatan bersama”
“Saya memberikan usulan dan masukan kepada DPD Parmusi Kabupaten Malaka agar mengadakan kegiatan untuk lebih intens memberikan informasi sampai tingkat bawah secara lengkap dan akurat sesuai visi misi dengan cara kekeluargaan sehingga tidak menimbulkan multi tafsir dan tidak terjadi pemikiran negatif”
” Parmusi perlu memahami dan menyikapi kearifan lokal. Komunikasi ditingkat bawah perlu diintensifkan sehingga tidak terjadi multi tafsir yang merugikan kita semua”(Boni -ES)





