Catat Sejarah, Korsel Bully Jerman 2-0

MEDIAHARAPAN.COM – Tim Panser Jerman akhirnya takluk di kaki Tim Korea Selatan (Korsel). Hasil ini sangat mengejutkan para pendukung dan pecinta sepakbola dunia. Pasalnya Jerman merupakan juara bertahan empat kali dalam piala dunia keok 2 – 0 oleh Korsel yang sebelumnya diragukan permainannya dilapangan hijau.

Dan yang membuat miris pada kekalahan ini, Pemain Korsel Kim Young Gwon mencetak gol pada masa tambahan waktu menyusul tinjauan ulang video (VAR), dan Son Heung Min menambahi 1 gol lagu sebelum wasit mniup peluit panjang.

Sebelum bermain, Tim Jerman pada awalnya sempat dielu-elukan, mengingat lawannya, Korsel yang belum memiliki jam terbang yang tinggi. Dari awal babak pertama Jerman tampil sangat agresif dan terus menyerang ke gawang Korsel namun selalu berhasil dipatahkan oleh penjaga gawang Korsel yang malam itu tampil prima dan membuat kagum publik.

Hingga menjelang akhir babak kedua khususnya dimenit perpanjangan waktu Tim Jerman melakukan penyerangan brutal ke gawang Korsel, sehingga kiperpun ikut maju menyerang meninggalkan gawang. Namun hal itu justru menjadi petaka bagi Jerman, Karena bola yang berada dikaki pemain korsel langsung meluncur kemuka gawang yang kosong.

Son Heung Min, yang berada didepan tak menyia-nyiakan kesempatan emas, tanpa ampun dan dengan sedikit sontekan dengan bebas dan mudah berhasil menjebol gawang Jerman.

Sejak putaran Piala Dunia 1938 Jerman tidak pernah tersingkir dan berhasil mempertahankan empat kali posisi sebagai Juara dunia, berada di bawah bayang-bayang penampilan mereka yang begitu dominan pada Piala Dunia sebelumnya, namun cuma mampu mencetak dua gol dari tiga pertandingan fase grupnya.

Sejak putaran Piala Dunia 1938 Jerman tidak pernah tersingkir dan berhasil mempertahankan empat kali posisi sebagai Juara dunia, berada di bawah bayang-bayang penampilan mereka yang begitu dominan pada Piala Dunia sebelumnya, namun cuma mampu mencetak dua gol dari tiga pertandingan fase grupnya.

Sejak putaran Piala Dunia 1938 Jerman tidak pernah tersingkir dan berhasil mempertahankan empat kali posisi sebagai Juara dunia, berada di bawah bayang-bayang penampilan mereka yang begitu dominan pada Piala Dunia sebelumnya, namun cuma mampu mencetak dua gol dari tiga pertandingan fase grupnya.

Kekalahan Jerman ini sontak membuat para pendukung menangis dan menjadi bahan pembicaraan dimedia sosial, kehebatan bertahan dan menyerang pemain Korea Selatan diacungi jempol. (Roqem)

Comments

comments