MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Pelatih Timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini sangat berterimakasih kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Itu tidak lain, karena kementrian pimpinan Imam Nahrawi ini, ikut mengawal pembinaan sepak bola usia dini dengan menggelar kompetisi Menpora Cup untuk pemain berusia 14 dan 16 tahun pada 2016 lalu.
Menurut Fakhri, dengan adanya dua kompetisi tersebut, dia akhirnya lebih mudah mencari pemain-pemain muda hebat yang bisa mewakili Indonesia dalam turnamen Piala AFF U-16, 2017 di Bangkok, pada Juli mendatang. “Jadi, waktu kerja saya untuk mencari pemain pemain hebat bisa terbantukan sebanyak lima puluh persen,” kata Fachri.
Mantan legenda PKT Bontang itu menuturkan bahwa, dari dua kompetisi yang digulirkan oleh Kemenpora tersebut, telah bermunculan sejumlah talenta-talenta pesepak bola muda dari seluruh pelosok tanah air. Nah, para pemain-pemain tersebut kemudian akan menjadi fokus utama dia dalam membentuk skaud.
Dengan begitu, pria berusia 51 tahun ini memutuskan untuk menyambangi kantor Kemenpora, untuk bertemu dengan Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, di Senayan-Jakarta, siang kemarin (13/2). Selain untuk bersilaturhami, Fakhri juga meminta data-data para pemain yang kemarin berlaga di sejumlah turnamen bentukan Kemenpora tersebut.
“Saya sudah mendapatkan banyak nama. Dan, tentu saja itu sangat membantu kami bekerja dalam membentuk tim,” kata pelatih asal Aceh itu. “Saya akan fokus pada semua pemain yang direkomendasikan dan hasil talent scouting yang sudah di lakukan oleh PSSI di seluruh wilayah Indonesia,” paparnya.
Rencananya, Fakhri sudah mulai melakukan proses pembentukan tim tersebut pada 23 Februari mendatang di Purwakarta, Jawa Barat. Dari sejumlah nama hasil rekomendasi Kemenpora dan talent scouting tersebut kemudian akan dikerucutkan menjadi 40 pemain yang berhak mengikuti training center di Cijantung mulai April mendatang.
“Tapi, waktu kami masih lumayan banyak, masiih tersisa waktu selama lima bulan. Kami akan memaksimalkan waktu ini untuk membentuk tim secara maksimal,” lanjut Fakhri. “Nanti, beberapa pekan sebelum even, akan kami mengerucutkan skuad menjadi 23 pemain saja sebelum berangkat ke Bangkok,” papar dia.
Di sisi lain, Raden Isnanta mengungkapkan bahwa, kompetisi kelompok umur yang mereka gelar tahun lalu itu, diikuti para klub dari 34 provinsi dan 284 kabupaten kota seluruh tanah air. “Jadi, kalau coach Fakhri menggunakan data yang kami berikan, maka itu sama saja dengan dia sudah keliling memantau pemain dari 34 provinsi,” jelasnya. (Untung)





