MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Dua Kubu DPW. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta menyatakan menolak keputusan Pimpinan Pusat mereka masing-masing (Djan Faridz dan Romi) yang mendukung Basuki Tjahya Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat dalam Putaran dua Pilkada DKI Jakarta pada 19 April mendatang.
“Kami merasa terpanggil dan ingin meluruskan, khususnya Romy dan Djan Faridz meminta kader-kader partai agar memilih calon pemimpin DKI yang tidak berazas partai yakni pemimpin non muslim,” kata Majelis Tinggi PPP Bachtiar Chamsyah di Hotel Sultan, Jakarta dalam pertemuan Tokoh dan pengurus dua kubu DPP PPP, Seperti dilansir Teropongsenayan.com jum’at (14/4/2017)
Bahtiar menegaskan bahwa keputusan Romy dan Djan yang mendukung pasangan nomor urut dua bertentangan dengan azas partai sebagai partai Islam.
“Dalam konteks pemilihan daerah di DKI ini maka kebijakan yang bertenggang asas partai itu salah, kami ingin meluruskan pada kader PPP siapapun pemimpin yang di pilih harus yang muslim, jadi PPP seharusnya menerapkan dan memilih pemimpin itu sesuai dengan agamanya, kalau ketuanya Islam ya pilih lah pemimpin Islam,” tegasnya.
Bahtiar menyatakan bahwa penolakan terhadap pemimpin Non Muslim ini bukan salah satu bentuk SARA
“Saya ingin menegaskan ini bukan SARA, jangan di tuduh PPP tidak cinta pada negara ini,” tandasnya.
Sebelumnya beberapa DPW PPP juga menyatakan kekecewaan atas keputusan Partai berlambang Ka’bah tersebut, bahkan kemarin pada Kamis 13 April ratusan simpatisan mengungkapkan kekecewaannya dengan membakar Bendera Partai tersebut didepan kantor DPRD Pandeglang Banten.
Dalam aksinya massa juga mengecam sikap diam Sekjend PPP kubu Djan Faridz yakni Dimyanti Nata Kusuma yang berasal dari Pandeglang karena dianggap membiarkan dan mendukung keputusan tersebut.
Diketahui, saat ini dua kubu PPP pendukung Ahok yang merupakan terdakwa dalam kasus penistaan agama sangat aktif melakukan kampanye dukungan terhadap Ahok, bahkan kampanye dukungan juga aktif mereka lakukan melalui jaringan media sosial seperti Facebook dan lainnya. [Handriansyah]






