Dukung Program Kementan 2018, Ini Harapan SHS Kulon Progo

BERBAGI

MEDIAHARAPAN.COM, Yogayakarta,- Kementerian Pertanian (Kementan) telah berhasil mewujudkan swasembada beras mulai tahun 2016. Alhasil, Indonesia menutup total keran impor beras sampai saat ini.

Terkait hal ini, untuk terus menjamin ketersediaan beras secara mandiri khususnya di Provinsi Yogyakarta, PT Sang Hyang Seri (SHS) Cabang Kulon Progo menyatakan siap melaksanakan target penyediaan benih dari pemerintah yakni Kementan pada 2018.

Kepala Cabang SHS Kulon Progo, Okman Adi Saputra menegaskan ada beberapa terobosan yang harus dilakukan yakni menyukseskan program subsidi benih padi, program upaya khusus (Upsus) swasembada padi, dan pemasaran langsung (free market). Bahkan SHS Kulonprogo bersedia menjadi mitra Kementan guna menyediaan benih hortikultura.

“Kami optimis dapat merealisasikan terobosan ini, baik penyediaan benih padi, kedelai maupun hortikultura. Kami sudah melakukan berbagai pembenahan,” ujar Okman di Yogyakarta, Rabu (8/11/2017).

Beberapa perbaikan yang telah dilakukan, bebernya, seperti merevitalisasi pabrik yang memiliki daya tampung benih 1.500 ton di areal penangkaran seluas 300 hektare, memperbarui mesin pabrik. Begitu pun sarana dan prasarananya. “Ini jadi modal utama mencapai agar penyediaan benih padi tahun 2018 aman dan berkualitas, sehingga produksi padi meningkat,” jelasnya.

Karena itu, Okman berharap, SHS dapat diterima berbagai pihak berkepentingan (stakeholder), khususnya pemerintah, seperti Kementerian Pertanian (Kementan). Pasalnya, SHS telah banyak melakukan pembenahan.

“Kita bersinergi menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan sesuai amanat konstitusi dan visi Lumbung Pangan Dunia 2045 yang dicanangkan Menteri Pertanian,” inginnya.

“Begitu pun dengan para petani. Kami sangat berharap kita terus bermitra. Apalagi, benih adalah Sang Hyang Seri juga. Jadi, kalau ingat benih, ingat Sang Hyang Seri,” pinta Okman.

Pada kesempatan sama, Asisten Manajer Pemasaran Sang Hyang Seri Kulon Progo, Dadan Abdurahman, menambahkan, pihaknya juga menerapkan strategi lain demi menggenjot penjualan dan memperbaiki citra korporasi. Misalnya, harga jual benih bersaing, meningkatkan mutu dan pelayanan.

“Kami perkuat after sales, sistem pengolahannya bagus,” ucapnya.

Sementara itu, kata Asisten Manajer Produksi Sang Hyang Seri Kulon Progo, Zulvicar Adnan, area kerja kantornya meliputi empat kabupaten di Yogyakarta dan tiga kabupaten di Jawa Tengah. Rinciannya, Kabupaten Gunung Kidul, Bantul, Sleman, dan Kulon Progo di Yogyakarta. Kemudian, Kabupaten Temanggunf, Magelang, dan Purworejo untuk Jateng.

“Untuk target penyaluran benih padi subsidi 2018, kami ditugaskan 1.000 ton. Sedangkan Upsus, bisa 100 ton untuk jagung dan padi,” bebernya.

“Namun di sisi lain, kami pun berharap Kementan bisa bermitra dengan kami khususnya menyediakan benih cabai, tomat, dan sayur-sayuran lainnya yang merupakan komoditas pangan strategis,” pungkasnya. (myw)

Comments

comments