MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Gus Dur memahami Islam sebagai perjuangan etis atau ideologis. Dalam konteks ini Gus Dur menawarkan islam dan negara berdampingan.
Dalam Islam bagi Gus Dur tak ada perspektif negara ansih, ‘daulah Islam’ bagi Dur dalam konteks Indonesia adalah NKRI itu sebagai wujud pribumisasi Islam.
“NKRI harga mati yang sekarang jadi trend, Gus Dur lah yang memperkenalkan ketika ide federasi berseliwaran di tataran tokoh nasional dan kaum muda di awal-awal reformasi”. Demikian disampaikan Masri Ikoni Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan pemuda Islam Indonesia (PP GPII) dalam paparannya pada acara diskusi “Gusdur Di Mata Kaum Muda Milenial” Peringatan Sewindu Haul Gus Dur yangvdi selenggarakan oleh Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (JMNU) Jumat, 22 Desember 2017 lalu.
Sehingga lanjut Masri, wafatnya Gus Dur adalah musibah bagi bangsa ini. Kemudian gagasan ‘Ummatan Wasatan” atau umat pertengahan atau ummat yang moderat dalam konteks milenial adalah termasuk ajaran Gus Dur.
“Praksisnya adalah soal keberpihakan Gus Dur pada kaum yang terpinggirkan, kaum minoritas yang tertindas, soal toleransi beragama dan pribumisasi Islam yang dalam konteks sekarang di sebut Islam Nusantara oleh warga nahdliyin”, sebut mantan Ketua DPW GPII Sulawesi Utara ini.
Dalam acara diskusi ini nampak hadir selain Masri sebagai narasumber, ada Ketua Umum Hima Persis Nizar Ahmad Saputra, Bendahara PB PMII Ahmad Riyadi, Ketua Umum PP KAMMI Irfan Ahmad, Sekjend PB Pelajar Islam Indonesia (PII) Aris Darussalam dll. (Adnan)






