MEDIAHARAPAN.COM, Patihan – Sorgum/cantel, adalah jenis tanaman yang bijinya dapat dimanfaatkan untuk dijadikan tepung sorgum sebagai bahan baku pangan untuk subtitusi beras atau tepung terigu, selain itu biji sorgum dapat diolah menjadi pakan ternak maupun bahan baku untuk industri. Di Indonesia, tanaman sorgum banyak dikembangkan dan dibudidayakan di daerah timur Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di lahan marginal dan toleran dengan kekeringan. Jika dilihat sekilas tanaman sorgum mirip dengan tanaman jagung.
Di Indonesia sorgum masih jarang dimanfaatkan atau diolah manjadi makanan. Padahal, sorgum mengandung karbohidrat yang sama baiknya dengan beras. Budidaya sorgum tidaklah sulit, sorgum dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah. Tanaman sorgum sudah dapat dipanen pada umur 3-4 bulan tergantung varietas yang ditanam, masa panen tanaman sorgum dapat dicirikan dengan menentukan umur setelah biji terbentuk dengan melihat ciri-ciri visual biji sorgum biasanya ditandai dengan menguning dan mengeringnya daun, biji-biji bernas dan keras dan berkadar tepung maksimal.
Menurut Andi Nur Alam Syah, Kepala BBP Mekanisasi Pertanian, permasalahan yang timbul seiring dengan perkembangan pertanaman sorgum di Indonesia adalah pada saat panen tiba, dimana permasalahan yang ditimbulkan hampir sama dengan pertanaman padi maupun jagung, efisiensi waktu panen dan kelangkaan tenaga kerja pemanenan.
Menjawab keadaan tersebut Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) bekerjasama dengan PT. RUTAN Surabaya pada tahun ini berhasil mengembangkan dan merekayasa Mesin Panen Sorgum (Sorghum Combine Harvester) untuk menbantu petani dalam penanganan panen sorgum di lapangan. Uji coba mesin panen sorgum yang dilakukan di Desa Patihan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur memberikan hasil yang cukup baik, dengan rerata waktu pemanenan 4 jam/Ha atau 0,25 Ha/jam dengan tingkat kebersihan hasil perontokan yang baik memberikan semangat baru bagi petani sorgum untuk meningkatkan produksi dan pertanamannya. Mesin panen sorgum tersebut merupakan hasil modifikasi dari mesin panen padi (rice combine harvester). Oleh karena itu mesin ini selain dapat digunakan untuk memanen sorgum juga dapat digunakan untuk memanen padi, sehingga penggunaannya bisa untuk multi komoditas .
Rumaji, Petani setempat mengatakan “dengan menggunakan mesin ini dapat mempercepat waktu panen, hasil panen nya bersih dan yang terpenting kami tidak kalah cepat dengan burung soalnya kalau kelamaan di lahan banyak burung yang makan cantel nya pak” dengan logat jawa yang kental, semoga pengembangan Mesin Pemanen Sorgum ini dapat diaplikasikan di seluruh wilayah Indonesia. (TS)






