Jelang Munas, HA IPB Ke Depan Dukung Kedaulatan Pangan

BERBAGI

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta –  Himpunan Alumni Insititut Pertanian Bogor (HA IPB) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) bertempat di Bogor pada tanggal 16 hingga 18  Desember 2017. Munas ini untuk memilih kepengurusan baru DPP HA IPB periode 2017-2021.

Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal HA IPB Depok, Akbar Yasin mengharapkan Munas yang akan diselenggarakan ini harus menjadi ajang untuk menyatukan gagasan, langkah bersama dan secara nyata berkontribusi lebih besar bagi kadaulatan pangan nasional. Pasalnya, Bung Karno pernah berkata, tidak akan pernah ada bangsa yang besar kalau urusan pangannya tidak berdaulat.

“Untuk iti, bagi IPB dan Alumni IPB urusan pangan merupakan fokus perjuangan kita demi terwujudnya Kedaulatan Pangan di bumi Indonesia tercinta,” demikian ungkapnya di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Akbar menjelaskan sinergi dan kontribusi HA IPB ini penting untuk mendukung visi dan program strategis pemerintah yang berkomitmen mewujudkan swasembada pangan. Bahkan Indonesia ditargetkan akan menjadi lumbung pangan dunia.

“Dulu bagi alumni IPB, idealnya ajang Munas bukan hanya sekedar acara seremonial, kangen-kangenan, reuni 4 tahunan, atau bahkan menjadi ajang unjuk kekuatan (baca:tim sukses) alumni yang menjagokan salah satu calon ketua umum dan sekjen DPP HA IPB mendatang,” jelas dia.

Ironisnya, lanjut Akbar, tatkala hingar bingar ‘pesta’ Munas berakhir, muncul pengkotak- kotakan alumni hanya karena ‘jagoannya’ tidak terpilih.

“Karena itu teman-teman alumni, saatnya kita untuk jangan pernah membiarkan hal itu terjadi lagi,” tambahnya.

Aisyah Azhar, Ketua Divisi Komunikasi HA IPB Depok menegaskan kini tiba saatnya alumni memanfaatkan momen Munas HA IPB mendatang dengan sebaik-baiknya. Kongkretnya HA IPB harus mampu bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja bersama dengan stakeholder yaitu kementerian dan lembaga terkait. Khusus program kedaulatan pangan, HA IPB harus menjadi garda terdepan memberikan konsep sampai dengan bergerak nyata di bawah bersama petani.

“Dengan begitu, kita bisa merevitalisasi dan mengembalikan peran dan fungsi IPB dan para alumninya sebagai garda terdepan terwujudnya ketahanan nasional,” tuturnya.

Jelang Munas, HA IPB Ke Depan Dukung Kedaulatan Pangan

 

Himpunan Alumni Insititut Pertanian Bogor (HA IPB) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) bertempat di Bogor pada tanggal 16 hingga 17 Desember 2017. Munas ini untuk memilih kepengurusan baru DPP HA IPB periode 2017-2021.

Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal HA IPB Depok, Akbar Yasin mengharapkan Munas yang akan diselenggarakan ini harus menjadi ajang untuk menyatukan gagasan, langkah bersama dan secara nyata berkontribusi lebih besar bagi kadaulatan pangan nasional. Pasalnya, Bung Karno pernah berkata, tidak akan pernah ada bangsa yang besar kalau urusan pangannya tidak berdaulat.

“Untuk iti, bagi IPB dan Alumni IPB urusan pangan merupakan fokus perjuangan kita demi terwujudnya Kedaulatan Pangan di bumi Indonesia tercinta,” demikian ungkapnya di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Akbar menjelaskan sinergi dan kontribusi HA IPB ini penting untuk mendukung visi dan program strategis pemerintah yang berkomitmen mewujudkan swasembada pangan. Bahkan Indonesia ditargetkan akan menjadi lumbung pangan dunia.

“Dulu bagi alumni IPB, idealnya ajang Munas bukan hanya sekedar acara seremonial, kangen-kangenan, reuni 4 tahunan, atau bahkan menjadi ajang unjuk kekuatan (baca:tim sukses) alumni yang menjagokan salah satu calon ketua umum dan sekjen DPP HA IPB mendatang,” jelas dia.

Ironisnya, lanjut Akbar, tatkala hingar bingar ‘pesta’ Munas berakhir, muncul pengkotak- kotakan alumni hanya karena ‘jagoannya’ tidak terpilih.

“Karena itu teman-teman alumni, saatnya kita untuk jangan pernah membiarkan hal itu terjadi lagi,” tambahnya.

Aisyah Azhar, Ketua Divisi Komunikasi HA IPB Depok menegaskan kini tiba saatnya alumni memanfaatkan momen Munas HA IPB mendatang dengan sebaik-baiknya. Kongkretnya HA IPB harus mampu bersinergi, berkolaborasi, dan bekerja bersama dengan stakeholder yaitu kementerian dan lembaga terkait. Khusus program kedaulatan pangan, HA IPB harus menjadi garda terdepan memberikan konsep sampai dengan bergerak nyata di bawah bersama petani.

“Dengan begitu, kita bisa merevitalisasi dan mengembalikan peran dan fungsi IPB dan para alumninya sebagai garda terdepan terwujudnya ketahanan nasional,” tuturnya. (abi)

Comments

comments