Kaitkan Bom dengan Pendukung Pilpres 2019, Ruhut Sitompul Dapat Kecaman Warganet

Cuitan Ruhut Sitompul yang mendapat kecaman warganet.

MEDIAHARAPAN.COM – Cuitan Ruhut Sitompul di akun Twetter-nya (13/05), mendapat reaksi keras masyarakat, Ia dinilai telah menggiring opini peristiwa bom di Surabaya ke ranah pemilihan Presiden 2019, peryataannya dinilai provokatif, dan dapat memecah-belah, dampaknya sama atau lebih berbahaya daripada terorisme itu sendiri. “Nyawa kok dijadikan bahan untuk olah opini dan sesatkan persepsi. Kejam sekali Ruhut,” demikian tanggapan warganet.

Postingan Ruhut ini bahkan telah dibagikan puluhan ribu kali disejumlah media sosial. Seperti di Face Book, kecaman publik mengemuka. misalnya oleh Supri Yatno yang menulis; “Luar biasa provokatornya Bang Ruhut saat ini, ini musibah bangsa dan bencana nasional, jangan kaitkan sama agama serta dipolitisasi, orang yang sehat dan waras dan tidak harus dibarisan pendukung Pak Jokowi maupun oposisi yakin nggak sepakat dengan teror kejam ini”.

Begitu pula Bintoro Bram Bram: “Gak ada hubungannya teroris dengan ganti presiden bung, yang menganggap pendukung ganti presiden adalah teroris berarti menganggap rakyat teroris, itu berarti ngajak kisruh terbuka, ingat Jokowi tidak menang mutlak hanya selisih beberapa persen saat itu. dan saya relawan ayng kecewa”, tulisnya

Sama seperti Rhama Sukma yang menulis; “Meski akan dipetieskan seperti kasus2 lain yg indikasinya akan berdampak negatif ke rezim yg berkuasa skrg?! Tetap harus ada yang melaporkan dan menyeret si Ruhut ke muka hukum! Congornya berpotensi memecah belah bangsa”, ajaknya.

Yudi Siregar menulis; “Si ruhut ini memang penjilat tingkat tinggi. Sampai-sampai peristiwa pemboman gereja pun di jadi kan alat untuk menjilat penguasa dengan mengkait kaitkan dengan Jokowi 2 periode. Sadar lah Ruhut, rezim ini tidak lama lagi akan ambruk. Kemana lagi kau akan merapat nanti Ruhut,”.

Kekesalan juga disampakan Kartika Saputra, yang menulis; “Jadi pelacur partai tidak membuat kau tambah pintar ya? Malah semakin dongo, apa hubungannya ganti presiden dengan bom gereja? Memang pendukung Pak Jokowi orang Kristen semua? Emang musuh pak Jokowi orang Islam semua? Cerdaslah bang, kau ini raja minyak dari medan, kali-kali minumlah itu minyak, biar otak lo ga keset”.

Sedangkan Ahmadi Cindy Nte; “Masih sempat kampanye. Dalam duka.. gimana ini penjilat. Semoga pelaku teror cepat diberangus sampai ke aktor intelektualnya. Agama apapun pasti tidak mendukung terorisme.

Bahkan ada Erick Muhammad Henrizal sampai membadingkan, dirinya menulis; “Sampaikan ke Si Luhut itu waktu mesjid dibakar Papua dia kemana aja, kita semua juga tidak setuju ada teroris tapi jangan jadi bahan untuk mengadu domba pendukung Jokowi dan yang tidak mendukung, Luhut dasar penjilat kutu loncat”.

Maysa Fauliza Ayu menyebutkan; “Si Ruhut dongo ga, nyambung ganti presiden ma bom di gereja itu rekayasa pihak2 yg biadab yg ingin mengadu domba umat muslim dan umat beragama lainya”. Sedangkan Julianty Agustina mengatakan; “Pak Ruhut anda kalau bicara di pikirkan kembali, cinta NKRI kok bicaranya memecah belah, lalu dimana cintanya? orang spt anda hrs waspada krna anda ular berkepala dua, dimana yg berkuasa maka anda ada di sana, di saat tdk berkuasa mk anda akan hengkang…om..om…”.

Ada pula saran dari Ahmad Khairul; “Sudah berapa kali ruhut ini bicara menyinggung umat Islam tapi gak pernah dia tersangkut kasus…mohon muslim yang mengerti untuk melaporkan orang seperti ini ke polisi karena dialah yang membuat resah masyarakat”. Sama seperti Teguh Kalo yang menulis; “Itu benar akun Si Poltak maka dia adalah provokator sejati yang memanfaatkan kebiadaban teroris untuk memfitnah keji dan adu domba antar umat, maka dia lebih keji dari teroris itu sendiri”.

Di-Twitter juga Ruhut Sitompul mendapat banyak kecaman.

Ceu Agung: “tulisan ini mengartikan para teroris anti JOKOWI, saya tak terima bung, saya tdk suka JOKOWI bkn berarti saya teroris., ini cuma pilihan demokrasi,kalau harus sama pilihannya itu bkn demokrasi otoriter namanya”.

Wahyu Adi: “Mulut mu ditata kalau ngomong orang yang tak pro Jokowi bukan berarti teroris..Islam paling damai jika kami seperti anggapan mu mungkin kalian yang non udah punah di Indonesia ini.. apapun bentuk kejahatan nya dan siapapun pelakunya harus ditindak tegas setimpal”.

Ayahdiar: “Pengacara kawakan kok kayak gini ya ngomongnya, gak ada hubungan dgn politik bang, org kayak gini nih yg demen manas2in rakyat, mudah2an nggak salah langkah partai baru yg rekrut Abang jd kader barunya”.

Dedi Koswara: “Sebagai pendukung jokowi,saya malu baca tweet ini.kerdil sekali pemikiran kau bang.kau tak layak ada di barisan jokowi”.

Jefry Gigih: Ini lagi. Pak, tolong berhenti soal 2019. Saya gak peduli bapak 2019 mau dukung JKW, mau dukung Kaleng Kerupuk bahkan bapak nyembah telpon umum pun saya nggak peduli. Tapi tolong, berhenti sejenak soal 2019. Diatas politik masih ada Kemanusiaan”.

Dan banyak lagi ungkapan senada dari warganet, yang mengecam dan menilai tak pantas ada cuitan dari publik figur semacam Ruhut Sitompul. Sampai berita ini diturunkan, respon negatif terus mengemuka.(MH)

Comments

comments