KAMABA Serukan Rawat Kaltim dari Pemimpin Rampok dan Perusak Lingkungan

BERBAGI

MEDIAHARAPAN.COM, Malang – Keluarga Alumni Al-Mujahidin Balikpapan (KAMABA) menyampaikan keresahan atas kondisi alam dan rakyat Kalimantan Timur (Kaltim) yang semakin hari semakin terpuruk, akibat efek dari maraknya penjarahan yang terstruktur.

Dalam kesempatan Koordinasi Nasional yang bertempat di Malang, Jawa Timur KAMABA melalui Koordinator pusatnya Hamdi Rosyidi mengungkapkan keresahan mereka sebagai putra daerah Kalimantan Timur maka dari itu mereka harus turut merawat daerah mereka.

Dalam kesempatan tersebut Hamdi menyebutkan bahwa Kaltim merupakan salah satu provinsi paling kaya di Indonesia yang memberikan sumbangan besar bagi pendapatan negara. “Yang kemudian sekitar 20 tahun terakhir Kaltim menjadi sasaran eksploitasi besar-besaran sumber daya alam di bidang pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Hal tersebut mengakibatkan terjadi alih fungsi lahan dalam sekala besar dari hutan, persawahan, ladang, perumahan dan adat masyarakat Kaltim menjadi area pertambangan”, pungkasnya.

Akibat dari hal tersebut Hamdi menyebutkan Kalimantan Timur tidak lagi memiliki serapan air yang memadai, yang kemudian menyebabkan terjadinya banjir, tanah longsor, hingga penurunan kualitas air bagi masyarakat. Tambang juga menyebabkan lahan-lahan produktif seperti sawah dan ladang menjadi lubang-lubang berair dalam dan beracun yang sudah merengut beberapa nyawa masyarakat sekitar, pihaknya mencatat 20 orang telah kehilangan nyawa akibat kerusakan alam tersebut.

Bukan hanya itu saja Hamdi juga menyebutkan berkurangnya hutan akibat keserakahan oknum pertambangan membuat keanekaragaman hayati didalamnya menjadi berkurang kemudian memiliki potensi menjadi langka bahkan punah. “Selain itu, masyarakat adat yang menjadikan hutan sebagai sumber penghidupan mereka dan tempat sakral bagi adat mereka pun bisa terampas karena keserakahan ekspansi sawit dan tambang”, keluh Hamdi.

Pada kesempatan yang sama, saat diwawancarai, Zul Fahmi, creator Aplikasi Saber Pungli dan juga Dewan Pembina KAMABA mengungkapkan pula keresahannya. Zul mengatakan Kerusakan yang diakibatkan oleh keserakahan oknum sentral pertambangan dan sawit, yang berdampak pada kerugian yang sangat besar bagi masyarakat Kaltim, baik dari segi materi maupun mental. Menurutnya, jika ini terjadi secara terus menerus maka kedepannya Kaltim akan mengalami kerusakan alam hidup dan bencana kemanusiaan yang sangat luar biasa.

“Kita dapat mengambil contoh Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai salah satu kabupaten di Kaltim. Di Kutai Kartanegara setidaknya ada 200 izin perusahaan tambang yang secara aktif mengeksplorasi dan mengeksploitasi alamnya, pada kenyataannya daerah ini juga salah satu penyumbang APBD terbesar, namun ironisnya kabupaten tersebut juga merupakan penyumbang terbesar jumlah masyarakat miskin di Kaltim”, urai Zul.

Menurutnya, ini adalah perampokan terstruktur yang harus disadari seluruh masyarakat Kalimantan Timur, ada peran rezim pemerintah yang berkerjasama dengan pemodal besar tambang yang harus kita lawan bersama.

Pada kesempatan yang sama Reza Anwari Alfath sebagai Bendahara Pusat KAMABA, mengajak dan menghimbau masyarakat Kaltim untuk bergerak bersama menuntaskan permasalahan yang SDA. “Kami KAMABA sebagai putra daerah mengajak seluruh masyarakat Kaltim untuk merawat alam kita. Selain itu kami mengajak seluruh masyarakat Kaltim untuk menghindari pemimpin daerah yang melanggengkan perampokan secara terstruktur terhadap alam dan masyarakat kita”, jelas Reza.(MH)

Comments

comments