MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Kasus penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian Polres Lubuk Linggau terhadap mobil sedan berpenumpang 7 orang mendapat sorotan publik, terlebih penembakan tersebut menewaskan 1 orang dan melukai seluruh penumpang didalamnya termasuk anak kecil berusia 3 tahun.
Dan yang menjadi sorotan khalayak adalah alasan yang dikemukakan Kapolres Lubuk Linggau AKBP Hajat Mabrur bahwa peluru yang menewaskan itu merupakan pantulan dari ban mobil.
“Korban luka dan meninggal itu terluka akibat pantulan peluru dari ban mobil yang ditembaki anggota,” Kata Hajat seperti diberitakan beberapa media, Selasa (18/4/2017).
Sementara itu publik memposting foto bagian-bagian mobil yang bolong akibat tembakan peluru, dari beberapa foto yang beredar setidaknya ada 4 lobang dibagian belakang mobil sedan Honda City warna hitam dengan Nopol BG 1488 ON tersebut.
Satu lobang peluru dibagian atas kaca belakang, satu lobang dipojok kiri atas lampu sein, dan 2 lobang dibagian tengah belakang dekat logo honda atau diatas Plat Nomor tepatnya dipintu bagasi belakang mobil dan kaca kanan penumpang pecah yang diduga kuat juga akibat tembakan peluru.
“Aneh, Bagian belakang mobil banyak lobang tembakan, tapi kok dibilang korban luka dan tewas akibat pantulan peluru dari ban mobil?” kata pengguna medsos.
Atas peristiwa ini, satu orang, yakni Surini (55), meninggal dunia karena luka tembakan di beberapa bagian tubuhnya. Sementara itu, beberapa anaknya mengalami luka tembak, Diki (29) di bagian punggung, Indra (32) di tangan bagian kiri, Novianti (31) di lengan sebelah kanan dan Dewi Arlina (35) di lengan sebelah kiri.
Cucu Surini, Genta Wicaksono (3) mengalami luka di atas telinga sebelah kiri karena diduga terserempet peluru. Seorang anak lainnya, Galih (6), tidak mengalami luka. Rombongan keluarga ini berasal dari Desa Blitar, Kecamatan Sindang Beliti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. (MH007)






