Kematian Mohamad Jefri : Menciptakan “Horor, Intimidasi dan Ketakutan”

Muhammad Jefri dan anaknya

MEDIAHARAPAN.COM, JAKARTA,- Peristiwa Horor, Penculikan/Penangkapan yang berakhir Kematian Misterius kembali terjadi. Korban adalah seorang pemuda Muslim bernama Mohamad Jefri (MJ), seorang kepala keluarga meninggalkan Anak dan Isteri. Sebagai pelaku usaha kecil pedagang kebab telur dan jajanan anak, poses kematiannya penuh kejanggalan.

Kematian pemuda yang adalah pelaku usaha kecil (mikro) ini seperti ada yang berusaha menututup-nututupi penyebabnya. Kematinnya di labeli terduga “teroris” oleh pihak keopolisian yang telah menangkapnya tanpa surat. Pihak keluarga yang dalam psosi lemah tidak atau belum melakukan upaya hukum, karena warga biasa yang awam soal hukum dan belum ada pendampingan.

Ummu Umar selaku isteri memaparkan bagaimana peristiwa ini seperti Horor yang mencekam, mencemaskan dan menggelisahkannya. Kabar penangkapan sang suami disampaikan oleh orang misterius kerumah mengabarkan suaminya ditangkap oleh Densus “Burung Hantu” 88 dan ke esok harinya kematian. Kasus itu mengingatkan pada proses penangkapan Siyono pada Maret 2016 lalu.

Muhammad Jefri dan anaknya

“Sekitar jam 08,00 WIB suami saya pergi cari gas karena di sini kan gas langka. Pas cari gas terus sudah sampai sore nggak pulang-pulang. Ternyata setelah dihubungi tempat yang harusnya sampai, dia nggaksampai-sampai,” ungkap Ummu Umar kepada Panjimas.com, Senin (12/2/2018).

Muhammad Jefri diculik Densus 88 di Jl. Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgelis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Rabu (7/2/2018).

Rabu, 7/02/2018 pukul 16.00 atau Habis Ashar ada 2 (dua) orang datang ke sini (rumah), ‘suami ditahan ya?’

Kami enggak kenal sama sekali orang itu siapa, tiga orang asing lah dia itu,” terang Ummu Umar.

Ummu Umar mulai curiga ketika ada tiga orang asing datang ke rumahnya bertanya tentang suaminya.

Sehari Kemudian, Kamis (8/02/2018) sangistri ASN (18) diambil aparat untuk di mintai keterangan.

Ummu Umar dapat kabar bahwa ada penangkapan sekitar jam 8.15 WIB menit. “Berarti setelah 10 menitan suami saya berangkat langsung diculik,” tegasnya.

Pihak dokter kepolisian, menurut Ummu Umar menyampaikan suaminya mengalami penyakit komplikasi. Ia pun membantah pernyataan pihak dokter kepolisian yang menyebut Jefri memiliki sejumlah penyakit.

“Memang kata dokter mereka, dia (Muhammad Jefri) punya penyakit jantung, liver, paru-paru, tapi setahu saya dia sehat-sehat saja, dia juga tidak merokok,” ungkap Ummu Umar.

Pergi dari rumah dalam keadaan bugar-sehat walafiat, dijemput paksa “dijalanan”….

Ummu Umar menjelaskan, memang tidak ada luka lebam pada bagian wajah suaminya. Tetapi, Ummu Umar tidak dapat memastikan di seluruh tubuh suaminya, sebab kondisi jenazah sudah tertutup dan tak boleh dibuka.

kasus serupa pernah terjadi dan menimpa Siyono dari Klaten. Pada awal Maret 2016, Densus 88 menculik Siyono dalam keadaan sehat, namun dua hari kemudian, Siyono dipulangkan sudah menjadi mayat.

Mustofa B Narahwardaya sama seperti kasus kematian Siyono Klaten. Saat itu, Siyono diculik Densus 88 setelah menunaikan sholat Maghrib berjamaah di sebuah Masjid yang berada disamping rumahnya. Beberapa hari kemudian, Siyono dibawa pulang Densus 88 sudah menjadi mayat.

“Komnas HAM harus turun tangan. Jika perlu kembali meminta pada pihak yang netral untuk mengotopsi jenazah MJ karena pihak keluarga dikabarkan tidak boleh melihat jenazah korban. Ini mirip Siyono. Dijemput sehat, pulang jadi mayat,” Mustofa yang juga pengurus PP Muhammadiyah menulis di akun Twitter-nya pada Ahad (11/2). HZ

Comments

comments