MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Kontroversi dan kecaman kenaikan biaya Jasa STNK – BPKB terus bergulir ditengah masyarakat, bahkan mahasiswa pun telah ikut menyikapinya dengan turun ke jalan melakukan demonstrasi menolakan kebijakan ini.
Beberapa kalangan menilai, Kebijakan kenaikan terlalu dipaksakan meski pemerintah dalam hal ini Presiden beralasan Program ini disahkan untuk megurangi kesenjangan.
Menanggapi kirsuh kenaikan ini, Ketua MPR Zulkifli Hasan angkat bicara, dia merasa prihatin dan minta Pemerintah untuk menunda Kenaikan Tarif STNK dan BPKB kendaraan bermotor ini.
“Saya prihatin bapak Presiden baru menyampaikan untuk program tahun ini adalah mengurangi kesenjangan, tentu dengan kondisi rakyat seperti, saya bukan tidak setuju naik STNK dan BPKB itu, tetapi apakah waktunya tepat sekarang” kata Zulkifli Hasan seperti dilansir Republika TV Senin (9/1/2017).
Zulkifi menyarankan agar kenaikan biaya di tunda karena perlu sosialisasi dan menimbang ekonomi masyarakat.
“saya harap, kalo dimungkinkan pelaksanaanya untuk ditunda, dalam pelaksanaanya perlu sosialisasi dan kita berharap ekonomi semakin membaik barulah nanti kenaikan itu kita laksanakan, jadi untuk sementara waktu untuk ditunda” saran Zulkifli.
Kisruh kenaikan STNK – BPKB bermula ketika Presiden Jokowi menyatakan terkejut dengan kenaikan yang mencapai 2 – 3 kali lipat, sementara para lembaga terkait seperti Kementerian Keuangan dan Polri saling lepas tangan dan menyatakan bahwa program kenaikan biaya ini bukan berasal dari lembaganya.
Namun kisruh itu akhirnya terjawab ketika Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa Presidenlah yang memutuskan dan menandatangani PP No 60 tahun 2016 tentang kebijakan kenaikan tarif biaya STNK – BPKB Kendaraan bermotor itu.
Bahkan Wapres memastikan bahwa Kapolri yang pasti lebih tahu tentang ini, karena Menurutnya tentu usulan kenaikan berasal dari instansi Polri.
“Walaupun keputusan akhirnya ada di presiden yang menandatanganinya atas usul dari bawah. Begitu jalurnya,” pungkas Kalla, di Istana Wapres Jumat (6/1/2017). (Neo)






