MEDIAHARAPAN.COM, Sumatera Barat – Tiga hari sejak Musibah banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat bertambah, Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian korban yang tertimbun oleh material Longsor yang terjadi di Kilometer 17 Koto Alam Pangkalan.
Hingga minggu 5 maret 2017 pukul 21.30 Wib, Posko Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota melaporkan 6 orang meninggal dunia dan 2 luka berat akibat banjir dan longsor.
Sebelumnya TIM SAR telah berhasil mengevakuasi 4 jasad korban yang tertimbun longsor di jalan penghubung Sumatera Barat – Riau, dan 1 orang yang ditemukan tewas akibat terseret arus deras banjir yang terjadi di Kecamatan Pangkalan.

Berikut update data Korban meninggal dunia akibat longsor dan banjir yang di keluarkan oleh BPBD melalui rilis yang diterima redaksi Mediaharapan.com pada minggu malam :
1. Doni Fernandes (33 tahun) Tewas karena tertimbun longsor.
2. Teja (19 tahun) Tewas karena tertimbun longsor.
3. Yogi Saputra (23 tahun) Tewas karena tertimbun longsor.
4. Karudin (25 tahun) Tewas karena tertimbun longsor.
5. Muklis (45 tahun) Tewas karena hanyut banjir.
6. Bayi yang baru berusia 2 hari, Tewas karena terendam banjir.
Hingga saat ini akses jalan nasional yang menghubungkan Sumatera Barat – Riau masih putus dan belum dapat dilalui kendaraan.
Sebagian material longsor sudah dibersihkan dengan mengerahkan alat berat, namun terdapat ruas jalan yang mengalami terban dan ambles sehingga perlu perbaikan.
Banjir dan longsor di Kabupaten Limapuluh Kota terjadi pada 25 titik yang terdiri atas 13 titik longsor dan 12 titik banjir.
Longsor tersebar pada 9 titik di Kec. Pangkalan. Sedangkan banjir tersebar pada 7 kecamatan dengan titik banjir tertinggi mencapai 1,5 meter di Kec. Pangkalan yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Batang Maek di Kecamatan Pangkalan, sungai Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, sungai Batang Sinamar di Lareh Sago Halaban dan sungai Batang Harau di Kecamatan Harau.(MH007/ZAL)






