Lebaran Betawi untuk “Kesalehan Sosial dan Budaya” Warga Betawi 

BERBAGI

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Rangkaian semarak lebaran betawi menjadi kemerihan tersendiri bagi warga betawi. Khusus di beberapa cagar budaya yang menjadi magnet bagi warga asli maupun non betawi seperti di wilayah Condet, Setu babakan dan lainnya ibarat magnet keramaian. 

Ahmad Sulhy SE selaku putra betawi mengatakan “Lebaran Betawi ini sebagai wujud kesalehan sosial dan budaya warga Betawi”. Hal ini diungkapkan “bang Sulhy” sapaannya saat menghadiri hajatan lebaran betawi di kawasan cagar budaya kampung betawi setu babakan ( 29/7/ 2017). 

Sebagai tenaga ahli fraksi Gerindra DKI bang Sulhy menjelaskan, bahwa Gerindra DKI adalah inisiator Perda Lebaran Betawi satu tahun lalu melalui M.Taufik selaku Wakil Ketua DPRD DKI. 

Konstruksi Perda nomer 4 tahun 2015 terkait tentang Pelestarian Budaya Betawi, regulasi ini terdiri atas sepuluh Bab dan 49 pasal. Isinya antara lain berkaitan dengan menumbuh kembangkan pelestarian kebudayaan Betawi dan meningkatkan kesadaran masyarakat Jakarta terhadap Pelestarian kebudayaan Betawi. 

Bang Sulhy berharap realisasi Perda kelestarian budaya Betawi ini dapat mengoptimalkan aset sosial dan budaya khas yang bercorak asli betawi masuk kurikulum muatan lokal di sekolah mulai TK sampai Perguruan Tinggi.

Sebagai warga betawi, ia terpanggil untuk bersama-sama melestarikan budaya asli, “kita menempuh jalur politik formal konstitusional, mengawal proses legislasi tentang Cagar Budaya agar jelas regulasinya berupa peraturan daerah, ini wakap gerindra dki untuk melestarikan budaya betawi ” ujar Bang Sulhy. 

Namun bang Sulhy memberi catatan masih lemahnya komitmen Gubernur Djarot dalam merealisasikan Perda kelestarian budaya Betawi ini. Dalam

Perda ini menekankan kepada berbagai instansi baik milik pemerintah maupun swasta seperti gedung perkantoran, destinasi wisata, tempat hiburan dan lain-lain diharuskan memakai ornamen budaya Betawi. 

Bang Sulhy berharap agar Gubernur DKI terpilih Anies Sandi agar memperhatikan secara serius realusasi PERDA nomer 4 tahun 2015 terkait tentang Pelestarian Budaya Betawi. Regulasi ini tidah hanya soal seremonial, melainkan jadi sebuah cermin prilaku keseharian warga jakarta yang saleh secara sosial dan budaya, pungkasnya.  (Neo

Comments

comments