Manfaatkan Bahan Alam, Sentra Tenun Lintau Kembangkan Pewarna Alami Lokal

MEDIAHARAPAN.COM-Tanah Datar. Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat segera miliki sentra tenun pewarna alam lengkap dengan sarana dan prasarana penunjang yang modren. Sentra tenun yang telah menelan biaya sebesar Rp. 19,2 M bantuan pemerintah pusat tersebut berlokasi di Nagari Tigo Jangko Kecamatan Lintau Buo.

Sentra tenun itu juga dilengkapi gedung produksi, ruang kantor, mahoni, ruang celup, ipal, kantor koperasi dan bangunan untuk produk unggulan di Kabupaten Tanah Datar serta dilengkapi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) tiga lantai dengan 35 unit kamar.

Sentra tenun ini nantinya akan memproduksi kain tenun bermotif Minangkabau yang memanfaatkan pewarnaan alam. Pewarnaan alami atau bahan baku dengan memanfaatkan aneka tumbu-tumbuhan ini aman dipakai dan kain tenun yang dihasilkan juga berkualitas tinggi.

Hal ini terlihat saat Isteri Wakil Presiden RI (RI 4) Mufida Jusuf Kalla melihat langsung pengrajin tenun Lintau melakukan proses pencelupan dengan pewarna alam tersebut, Kamis lalu (12/04) saat melakukan kunjungan kerja di Sentra Tenun Lintau.

Kepala Dinas Koperindag Tanah Datar Abdul Hakim, pada waktu itu kepada media ini mengatakan sentra tenun ini nantinya akan menjadi pusat produksi tenun dan pusat pelatihan tenun di Kabupaten Tanah Datar serta workshop bagi generasi muda yang ingin belajar tenun songket, ucapknya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, kedepannya SMK Lintau akan membuka jurusan tenun, para siswa tersebut akan belajar teori dalam kelas dan pratek lansung mengunakan sentra tenun ini, agar antara teori dan pratek dapat disingkronkan sehingga para siswa akan lebih mudah dalam menyerapnya, namun ini masih kita jajaki dengan pemerintah provinsi, katanya.

Dengan adanya sentra tenun di Tanah Datar, tentu hal ini akan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat, khususnya yang bergerak di bidang tenunan. Pasalnya tenun asal Lintau ini mulai dilirik oleh para pecinta tenun baik, lokal, nasional maupun mancanegara, karena motifnya berbeda dengan motif tenun di daerah lain.

Hasil produksi tenun masyarakat ini nantinya juga akan ditampung oleh koperasi untuk pemasarannya, baik melalui kegiatan-kegiatan pameran yang rutin diikuti atau melalui galeri yang juga berada dalam satu komplek dengan rumah tenun, tukasnya.

Ditanya soal ketersedian bahan baku alam, ia jelaskan bahwa saat ini bahan baku alam untuk pencelupan benang masih cukup dan tersebar di daerah Lintau, mengingat lokasi sentra tenun ini juga cukup luas yaitu 11.710 meter persegi sehingga masih bisa kita manfaatkan untuk menanam pewarna alam ini. Kedepan kita akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian untuk mengembangkan bahan baku alam ini yaitu tanaman Indigo Blue, sambung Hakim.

Salah seorang warga Koto Ranah Batu, Nagari Tanjuang Bonai Fira Mardianti tertarik belajar tenun karena ingin mengembangkan kembali budaya Minangkabau yang terkenal dengan songketnya dan meningkatkan ekonominya. Bagaimana tidak harga songket alami berkisar antara Rp. 2,5 juta sampai Rp. 5 juta, katanya.

Saat ini dia bersama 30 orang warga lintau sedang mempelajari menenun mulai dari proses awal produksi, seperti teori, memadukan warna, proses celup dan menenun.

Pada kesempatan yang sama media ini juga berhasil menemui salah seorang penenun Fitri Yunani yang sudah memiliki hak cipta sibak kelambu dan mengajar di sentra tenun, saat ini baru mengembangkan beberapa motif Minangkabau, seperti saik galamai, itiak pulang patang, kulek paku, batu angkek-angkek dan gunuang sangka. Motif-motif tersebut banyak yang meminatinya, khususnya perantau Minangkabau.

Sementara motif sibak kelambu yang dia ciptakan berdasarkan motif kain lama Minangkabau, lalu tercipta motif baru yang sudah memiliki hak cipta atas nama dirinya, sebut Fitri.

Berbicara mengenai mahalnya harga tenun alami ini, dikarenakan pewarnanya alami dan dikerjakan secara manual. Menurutnya, meski songket alami tergolong mahal, tetapi tetap diburu para pecinta songket apalagi motifnya berbeda dengan daerah lain, pungkasnya. (Irfan F)

Comments

comments