• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen

Membela Hary Tanoe 

by Media Harapan
22 June 2017 21:11
in Citizen, Featured, Opini
0

Oleh: Zeng Wei Jian

Baru-baru ini, Hary Tanoe (陳明立) dijerat kasus. Katanya dia ngancem Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.
Via Whatsapp, Hary Tanoe menulis:

“Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan.”

Saya heran. Short messege kaya begini kok dibilang ngancem. Terkesan, maksa banget.

Menurut Ahli Bahasa Rahayu Surtiati Hidayat ya itu ngancem. Karena ada kata “…catat kata-kata saya…”. Tapi Kriminolog Universitas Indonesia Ferdinand Andi Lolo menyatakan sms itu hanya tidak etis. Belum cukup masuk kategori pidana. Tim pembela Hary Tanoe bilang substansi SMS itu bukan ancaman.

Ada yang aneh dalam kasus ini. Jaksa Agung Prasetyo langsung “menetapkan” Hary Tanoe sebagai “tersangka”. Sekalipun polisi belum mengadakan penyelidikan.

Publik tidak bereaksi. Tokoh-tokoh nasional diam. Saya berasumsi ada beberapa alasan.

Salah satunya, karena Hary Tanoe sama kaya Ahok. Tionghoa dan Kristen. Ahok’s effect bikin segelintir orang takut disebut “Antek China”. Hary Tanoe menderita apa yang dikatakan James Baldwin sebagai “burden of representation.”

Ada kasak-kusuk yang curiga Hary Tanoe dikriminalisasi. Sebagai serangan balas dendam. Di Pilgub DKI, Hary Tanoe terbuka pro Anies Sandi. Saya kira, Hary Tanoe punya peran menangkan Anies Sandi. Sekecil apa pun peran itu, dia mesti diapresiasi.

Saya ngga kenal Hary Tanoe. Hanya pernah sekali ketemu di rumah Pa Prabowo. Di Jalan Kertanegara. Itu pun tidak sempat ngobrol. Sebagian orang bilang dia sombong. Saya tidak tau soal itu. Bagi saya, dia biasa-biasa saja.

Saat gelombang serangan kepada Ahok sedang tinggi-tingginya, Hary Tanoe kena side effect.

Dia diserang kubu pro dan kontra Ahok. Hary Tanoe jadi target cyberbully. Blunder kostum berpeci hitam di pesantren dijadikan meim negatif. Ambisinya jadi Wapres atau Presiden bikin ngilu. Sukses di arena bisnis, bikin Hary Tanoe jadi hate-object Korps Penjilat Cendana (KPC). Hary Tanoe didaulat Majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor 29 di Indonesia tahun 2016. Kekayaanya capai $ 1.15 Miliar. His Business Empire meliputi sektor telekomunikasi, televisi, radio, newspaper, iklan, properti, musik, investment, online site dan talent agency.

Saya kira, Hary Tanoe mesti sangat berhati-hati dalam manuver politiknya. Banyak orang tidak begitu suka. Plus trauma pasca Ahok berkuasa.

Sebagai sesama pendukung Anies-Sandi, saya curiga ada skenario mengkriminalisasi Hary Tanoe.

Jaksa Agung Prasetyo adalah Kader Nasdem. Orangnya Surya Paloh. Dulu, ada gosip seputar adu pengaruh antara Hary Tanoe vs Surya Paloh di Nasdem. Salah satu partai pengusung Ahok ya Nasdem.

Pasca keluar dari Nasdem, Hary Tanoe gabung dengan Jenderal Wiranto di Hanura. Mereka split saat Wiranto dukung Jokowi. Hary Tanoe keluar dari Hanura karena Pro Prabowo. Relasi Hary Tanoe dan Pa Prabowo berlanjut di Pilkada DKI kemarin. Dari sini, saya kira Hary Tanoe punya pendirian dan konsisten. Dia ngga semerta-merta sama kaya Ahok. Just because he shares the same Chinese-ness. Kita mesti adil.

THE END

Comments

comments

Previous Post

Mabes TNI Berangkatkan 662 Prajurit dan PNS TNI Mudik Gratis

Next Post

ESA dan Posisi Haq Piagam Jakarta 

Media Harapan

Next Post

ESA dan Posisi Haq Piagam Jakarta 

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

12 July 2026 15:21
Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia