Mewujudkan Desa Sehat: Upaya Mensejahterakan Masyarakat 

BERBAGI
Ketua IDI Maluku dr. M. Saleh Tualeka, SpM., M.Kes

Oleh : dr. M. Saleh Tualeka, SpM.,M.Kes

(Ketua IDI Cabang Maluku Tengah)

Pembangunan kesehatan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Hal ini sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

Tujuan ini tentu menjadi tanggung jawab semua unsur penyelenggara negara mulai dari tingkat pusat hingga level pemerintahan yang lebih kecil di daerah termasuk didalamnya peran aktif masyarakat desa untuk senantiasa terlibat dalam proses-proses pembangunan kesehatan guna merubah prilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya.

Masyarakat desa sebagai sebuah komunitas masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah dan wewenang sendiri, sajatinya dapat mengatur dan mengurus urusan dan kepentingan masyarakat-nya, berdasarkan prakarsa mereka. Prakarsa atau partisipasi masyarakat dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan perlu didorong secara bersama-sama guna mewujudkan sebuah tatanan hidup masyarakat dengan paradigma “Desa Sehat” yang dihatapkan berimplikasi langsung bagi peningkatan status kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Konsep Desa sehat yang penulis maksudkan adalah suatu gerakan untuk menciptakan atau mewujudkan sebuah desa dengan kondisi masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan termasuk gizi, mampu menerapkan pola/budaya hidup sehat dan bersih baik jasmani maupun rohani. Selain itu juga untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, rapi dengan mampu memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk kelangsungan hidup baik diri sendiri maupun orang lain dan juga sehat dalam arti mandiri secara ekonomi.

​Memang dalam mewujudkan desa sehat bukanlah hal yang mudah, karena didalamnya terdapat berbagai aspek yang berperan, mulai dari aspek sosial-budaya, pendidikan, kebijakan daerah hingga kesadaran masyarakat desa untuk mau merubah pola pikir dan kebiasaan-kebiasaan mereka yang selama ini tidak sesuai dengan pola hidup bersih dan sehat. Dalam konteks ini aspek peningkatan pendidikan masyarakat perlu terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan simulasi mengenai terkait permasalahan kesehatan yang biasanya timbul di masyarakat sehingga ada pemahaman dan pengetahuan dasar, yang dengan sendirinya akan mendorong kearah perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

INDIKATOR DESA SEHAT

Sebuah desa dengan kategori sehat tentu harus punya indikator capaiannya, diantaranya : 1. Peningkatan kapasitas kader PKK dan Posyandu guna mendukung terwujudnya kesejahteraan keluarga, meliputi : kebersihan lingkungan, PHBS, gizi keluarga, pendidikan keluarga, home industri (peningkatan pendapatan keluarga). 2. Gerakan Sadar Gizi. Indikator KADARZI (keluarga sadar gizi) ini meliputi : menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan (ASI Eksklusif), makan beraneka ragam, menggunakan garam beryodium, minum suplemen gizi (Tablet tambah darah, kapsul Vitamin A dosis tinggi) sesuai anjuran. 3. Gerakan PHBS dengan membudayakan kebiasaan CTPS (cuci tangan pakai sabun) dan SGPM (sikat gigi pagi malam) dengan benar dan tepat baik cara dan waktu pelaksanaannya. 4. Gerakan Pengelolaan Sampah rumah tangga secara mandiri dengan memisahkan sampah organik dan anorganik kemudian diolah menjadi produk bermanfaat. 5. Gerakan Jamban Sehat, dimana Kementerian Kesehatan telah menetapkan syarat dalam membuat jamban sehat, dengan kriteria sebagai berikut : tidak mencemari air dan tanah permukaan, bebas dari serangga, tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan, aman digunakan oleh pemakainya, mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi pemakainya serta tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan.

Kelima indikator diatas menjadi tanggung jawab semua komponen masyarakat desa baik aparatur pemerintahan desa, juga tak kalah pentingnya adalah peranan para tokoh pemuda, tokoh agama/ adat, tokoh pendidik dan kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Semua komponen ini dapat secara bersama berkomitmen mendorong semua masyarakat desa agar senantiasa menyadari akan pentingnya mewujudkan sebuah konsep paradigma desa sehat bagi upaya peningkatan kualitas hidup bersama di masyarakat.

Apalagi sekarang dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat melalui pengalokasian dana desa (ADD) yang bisa dimanfaatkan oleh aparatur pemerintah desa untuk merencanakan berbagai program yang matang baik program jangka pendek, menengah serta jangka panjang yang berbasis kesehatan masyarakat. Tentu implementasi program ini diharapkan partisipatif dengan melibatkan semua unsur masyarakat desa sehingga ada tanggung jawab bersama seluruh warga masyarakat terhadap evaluasi dan pencapaian program yang berimplikasi bagi peningkatan status kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

PERAN MASYARAKAT DESA

Program Desa Sehat merupakan sebuah gerakan pemberdayaan segenap potensi warga dan kelompok masyarakat desa dalam menciptakan keluarga dan lingkungan yang sehat. Pemberdayaan masyarakat desa sebagai upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa. Sehingga ada upaya-upaya sinergis dari seluruh komponen masyarakat desa dengan perannya masing-masing bersama berkomitmen menerapakan prinsip-prinsip hidup sehat dalam segala aspek kehidupan.
Mewujudkan “Desa Sehat” perlu totalitas peran serta masyarakat, sedangkan institusi atau lembaga pelayanan kesehatan hanya sebagai motivator atau pembimbing dalam upaya-upaya kesehatan masyarakat. Peran masyarakat desa dalam bidang kesehatan harus diwujudkan dalam upaya mendorong setiap individu, keluarga dan atau lembaga masyarakat termasuk swasta mengambil tanggung jawab atas kesehatan diri, keluarga dan masyarakat.

Dengan mengembangkan kemampuan untuk menyehatkan diri, keluarga dan masyarakat dan lingkungannya serta menjadi pelaku perintis kesehatan dan pemimpin yang menggerakkan kegiatan masyarakat di bidang kesehatan berdasarkan atas kemandirian dan kebersamaan upaya mencapai desa sehat dapat dilakukan dengan lebih seksama.

Paradigma “Desa Sehat” ini tentu menjadi harapan bagi seluruh warga masyarakat desa dalam upaya bersama menata kehidupan bermasyarakat yang lebih baik dan peran aktif. Dalam kondisi ini masyarakatlah yang akan mewujudkan suatu pemerintahan desa, dan masyarakat desa yang memiliki derajat kesehatan yang optimal, berperilaku hidup sehat dan bersih sehingga mampu produktif, berdaya saing, mandiri, bahagia dan sejahtera.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan bisa menginisiasi kita semua, khususnya yang ada dipedesaan, untuk mengambil peran bersama dalam mewujudkan “Konsep Desa Sehat”. Sebagai sebuah gerakan “Desa Sehat” diharapkan dapat merubah perilaku dan pengetahuan guna menata kehidupan masyarakat desa yang lebih baik dan sehat demi peningkatan status kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Salam sehat Indonesia (*)

Comments

comments