MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Sejumlah keanehan dan tanda tanya mulai menyeruak dipikiran publik atas peristiwa terbakarnya mobil yang hampir mencelakai ribuan jama’ah Tabligh Akbar yang hadir di dalam rangka memperingati Isra’ mi’raj dengan pembicaraan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). Sabtu (16/4/2017) dinihari.
Pasalnya, Nomor Polisi yang menempel pada mobil yang terbakar dan dua unit mobil lainnya yang diketahui terdapat empat jerigen berisikan bensin dinyatakan menggunakan nomor polisi palsu.
Seperti diberitakan Tempo.co, Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo mengatakan bahwa mobil yang terbakar dan dua mobil yang ditemukan di lokasi tabligh akbar yang di isi oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menggunakan nomor palsu.
“Itu nomor palsu semua,” kata Andry Wibowo, Ahad, 16 April 2017.
Imam Front Pembela Islam DKI Jakarta, Habib Muhsin Bin Zaid mensinyalir peristiwa ini merupakan kesengajaan bentuk teror terhadap Habib Rizieq dan umat Islam khususnya yang hadir dalam pengajian, karena mobil yang terbakar tersebut terkesan sengaja diluncurkan kearah ribuan jamaah yang mendengar ceramah yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Disisi lain Masyarakat pengguna sosial menyatakan bahwa meski menggunakan nomor palsu, mobil itu bisa dilacak jika polisi serius dengan memeriksa nomor Body ataupun nomor rangka kendaraannya. [MH007]






