• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Nawacita Watch Sinyalir Ada Upaya Gagalkan Swasembada Jagung

by Deni Rusdiana
24 March 2017 09:38
in Ekonomi, Focus, Macro, Nasional
0
Nawacita Watch Sinyalir Ada Upaya Gagalkan Swasembada Jagung

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Dalam Diskusi Yang digelar Nawacita Watch menyimpulkan praktek diskriminatif Dirjen Tanaman Pangan atas Benih Litbang melalui surat No.227/KU.100/C/03/2017 diselenggarakan Nawacita Watch dan Konsorsium Produsen Benih Balitbangtan. Diskusi terbatas di Tebet Timur Dalam Jakarta Selatan 22/03/2017

Dalam rilisnya, Hasan Sufyan, Direktur NawaCita Watch menyebutkan, Diskriminasi harga ini sebagai bagian Upaya melanggengkan hegemoni benih Impor dengan menekan Harga Benih lokal yang nota benenya dihasilkan oleh peneliti Litbang Kementan dan telah didukung pemerintah dan DPR dengan Alokasi 40% untuk peningkatan produksi Jagung Nasional

“Varietas Litbang sudah teruji mampu mengangkat produktifitas Jagung nasional, ada sembilan Varietas Litbang secara Kualitatif mampu menyaingi Benih Impor ” Tegas hasan. 

Penampakan Bima URI 20 salah satu Hasil besutan Benih Varietas Litbang kementan

Dia mengungkapkan,Penetapan harga yang Disparitasnya Sangat jauh antara Benih Lokal dan benih impor oleh Dirjen tanaman menandakan adanya upaya menghancurkan Program stop impor dan program Kemandirian Benih dan teknologi Pertanian yang susah payah dibangun oleh Mentan A.Amran Sulaiman.

Karena varietas Litbang ini dihasilkan oleh peneliti Litbang pakai uang Negara. ini malah diremehkan oleh dirjen tanaman pangan Kementan yang dulu pernah berproses sebagai Peneliti. Jelas Hasan.

“Produsen Benih Litbang sudah Komit mendukung penuh penemuan Anak-anak bangsa yang ada di balit Serealia, khususnya Pengembangan Jagung Hibrida sehingga harusnya kami diback up juga oleh Pemerintah”. Jelas Bambang sutrisno perwakilan Konsorsium Produsen Benih Balitbangtan.

Untuk diketahui, penyusunan HPS Ditjen Tanaman Pangan tidak melibatkan kami selaku produsen benih jagung Balitbangtan, diumumkan setelah kami berproduksi. Ungkap Bambang

Bambang menjelaskan bahwa harga acuan tersebut jauh dibawah biaya produksi yang mampu kami tanggung. Modal biaya produksi Benih Impor dan Litbang itu sama, Kami Produsen benih Litbang Bayar ke Negara, bayar royalty untuk peneliti.

Secara Kualitas dan kuantitas hasil produksi benih Litbang bersaing sama Benih Impor. Tidak mungkin Kementan mengijinkan peredaran varietas Litbang sekiranya dapat merugikan Petani Kita.

Kejanggalan lain dari Surat penetapan Harga varietas Litbang ini tidak disampaikan ke Mentan A.Amran, kesannya oknum ini bertindak sembunyi-sembunyi karena suratnya tidak ditembuskan kepada Mentan. Indikasinya Mereka tidak ingin ketahuan. Ungkap Bambang. 

“Kebijakan ini melemahkan moral para Peneliti Litbang, Tanpa dukungan hasil riset teknologi pencapaian Swasembada Pangan Indonesia yang diamanahkan Nawacita akan mustahil” tandas Hasan Sufyan

Sadar atau tidak, Diskriminasi Dirjen Tanaman pangan juga bentuk pengkhianatan, Kebanggaan serta apresiasi tinggi Presiden Joko Widodo atas Hasil penemuan Peneliti Litbang. Salah satu Support Presiden memberi label Nama untuk penemuan Varietas peneliti Litbang yang dilaunching langsung beberapa waktu lalu di Boyolali.

Ketetapan harga tersebut tidak hanya mencederai komitmen Investor pada penguatan varietas benih Lokal tapi juga mencederai Komitmen Nawacita menegakkan kembali kejayaan Pertanian Nusantara, yang salah satu modalnya kemandirian Benih.

Sungguh sangat disayangkan, target Swasembada Jagung 2018 dibuktikan Kerja Tanpa kenal Lelah Mentan A. Amran mewujudkan Amanah Nawacita malah dikhianati oleh permainan terselubung antara Oknum Kementan dengan Importir Benih.

Direktur Nawacita Watch meminta Menteri Pertanian Republik Indonesia segera mengusut praktek kotor di direktorat Tanaman Pangan karena berpotensi menghambat pengembangan serta Pemanfaatan Benih Litbang sebagai Modal utama wujudkan Swasembada jagung 2018, Pungkas Sufyan. (Ispi)

Comments

comments

Previous Post

Gunakan Regulator STAR CAM, Berkualitas, Aman dan Tidak Ribet

Next Post

Rachel Maryam Resmikan Posko Bidadari ASA Ke-9

Deni Rusdiana

Next Post
Rachel Maryam Resmikan Posko Bidadari ASA Ke-9

Rachel Maryam Resmikan Posko Bidadari ASA Ke-9

BERITA POPULER

Nawacita Watch Sinyalir Ada Upaya Gagalkan Swasembada Jagung

Nawacita Watch Sinyalir Ada Upaya Gagalkan Swasembada Jagung

24 March 2017 09:38
Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

Ragam Kesenian Tradisional Yogyakarta

4 October 2022 09:04
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

Cara memperbaiki printer mp287 dengan kode error e03

20 April 2023 09:33
Riwayat Keturunan Thomas Matulessy di Hulaliu-Hatuhaha

Riwayat Keturunan Thomas Matulessy di Hulaliu-Hatuhaha

16 May 2018 10:36

BERITA TERBARU

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

4 January 2026 21:30
Bidan di Daerah Pedalaman: Pilar Kesehatan Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

Bidan di Daerah Pedalaman: Pilar Kesehatan Ibu dan Bayi di Wilayah Terpencil

4 January 2026 21:25
GMP Kutuk Pembunuhan di Depok: Tak Boleh Ada Impunitas, PUSPOM TNI AL Wajib Turun Tangan

GMP Kutuk Pembunuhan di Depok: Tak Boleh Ada Impunitas, PUSPOM TNI AL Wajib Turun Tangan

3 January 2026 11:17

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

Peduli Anak Stunting, TPPKK Tanah Datar Bangun MCK Untuk Keluarga Stunting

9 January 2026 09:56
Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

Sambut Wajib Sertifikasi Halal 2026, IHW Saran Masa Berlaku Empat Tahun

4 January 2026 21:30
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia