MEDIAHARAPAN.COM, Bandung – Pasca aksi penyerangan terhadap massa Ormas Islam didepan Mapolda Jawa Barat (Jabar) beredar tuntutan berbentuk petisi agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charlian.
Petisi yang menggunakan Change.org itu memuat video penyerangan sadis yang dilakukan oleh Anggota LSM GMBI terhadap mobil dan anggota dari ormas Islam yang ikut mengawal peroses pemeriksaan terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Kamis (12/1/2017).

Petisi penuntutan pencopotan itu diprakarsai oleh pemilik akun dengan nick name ‘Rakyat Bergerak, dan saat berita ini diturunkan petisi itu sudah ditandatangani sebanyak 1.087 pendukung.
Link Petisi: Pencopotan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charlian
Didalam Petisi dikatakan, penyerangan terhadap Laskar FPI pada Kamis 12 Januari 2017 sore dilakukan oleh massa yang menggunakan pakaian yang bertuliskan GMBI, dan diketahui bahwa Ketua Dewan Pembina Hariannya adalah Irjen Pol Anton Charlian yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.
Pembuktian itu mencuat di media sosial yang menujukkan bukti-bukti bahwa Kapolda Jabar sebagai ketua Dewan Pembina harian LSM GMBI. Penggagas Petisi menyayangkan terjadinya penyerangan oleh LSM yang diketuai oleh Kapolda Jabar.
Dikatakan, ditemukannya pernyataan salah satu anggota GMBI bahwa sebelum tiba di Polda Jabar, massa anggota GMBI Indramayu dilepas keberangkatannya oleh Kapolsek Jati Barang pada akun facebook milik Dejoey Alesandro.
Hal itu muemunculkan aroma tidak wajar, dan terkesan ada usaha membenturkan rakyat dengan rakyat, sehingga petisi dikeluarkan.
Selain petisi, dimedia sosial juga beredar pamflet bertajuk ‘Tragedi 121 bandung Berdarah’ yang berisikan tuntutan pencopotan Kapolda Jabar dan bersihkan polri dari Kapolda Preman.
GMBI juga diketahui merupakan organisasi yang mempolisikan Tempo terkait dengan pemberitaanya yang membahas Rekening Gendut Jenderal Budi Gunawan.(MH007)






