MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – menyikapi adanya laporan Polisi terhadap Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), PDIP berjanji akan melaporkan balik LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama yang menuduh Megawati menistakan agama.
“Kami akan bersikap tegas. Jika laporan itu tidak ada bukti dan fakta, kami akan mengambil tindakan hukum untuk melaporkan mereka (pelapor),” kata politikus PDIP Junimart Girsang seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (24/1).
Menurutnya, kali ini PDIP akan serius dalam menyikapi hal ini agar hukum menjadi panglima dan bukan jadi alat kepentingan pihak tertenut.
Senada dengan itu, Pengurus DPP PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan, bahwa Megawati tidak memiliki rekam jejak dalam melakukan penistaan dan menghina pihak tertentu.
Menurut Eva, pidato Megawati dalam HUT PDIP ke-44 beberapa waktu lalu itu bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar agama tidak dijadikan alat politisasi pecah belah bangsa. Eva menegaskan, tidak ada niat Megawati untuk menistakan agama.
“Ibu Megawati tidak pernah menghina. Yang terus menerus menghina itu Pak Rizieq (FPI). Saya melihat (laporan) ini agak maksain dan tidak pada tempatnya. Apa yang dilakukan Ibu Mega kontraproduktif dengan tuduhan itu,” katanya.
Eva melihat laporan yang dilakukan LSM itu sarat dengan kepentingan dan ambisi politik kelompok tertentu. Menurutnya, saat ini, hukum telah dijadikan sebagai alat untuk menjatuhkan lawan politik.
“Pasti (laporan) ini karena ada perintah (seseorang) untuk melakukan itu. Tapi yang melaporkan harusnya pakai nalar, yang dilaporkan ini menistakan atau tidak. Semua agama dibela sama Ibu Mega,” katanya. (MH007)
Sumber: CNNINDONESIA.COM






