Penegasan tolak impor, Sulawesi Tengah Surplus Beras

MEDIAHARAPAN.COM, Palu – Kondisi ketahanan pangan Sulawesi Tengah khususnya beras sejak 5 tahun terakhir mengalami surplus sekitar 165-209 ribu ton. Sebagian besar beras ini diperdagangkan antar propinsi dan pulau, seperti ke Gorontalo, Maluku Utara, Balikpapan, dan sebagainya. Demikian papar Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola, M.Si di hadapan peserta Rapat Kerja Daerah, hari ini tamggal 13 Februari 2017 di Palu.

Rakerda dalam rangka Evaluasi sasaran tambah tanam Upsus Pajala dan Babe tahun 2018 mengambil tema “Mengangkat Kesejahteraan Petani untuk Mewujudkan Sulawesi Tengah yang Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing”. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sulteng, Korem 132/Tadulako, Penjab UPSUS Sulteng, stakeholder pertanian baik pemerintah dan swasta, serta Bupati/Walikota, Kepala Dinas Pertanian, Dandim, dan UPTD/BPP se Sulawesi Tengah.

Program Upsus Pajala dan Babe sangat penting bagi rakyat Sulteng, karena selain meningkatkan produksi juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta mengentaskan kemiskinan terutama di pedesaan. Oleh karena itu Upsus harus dijadikan momentum untuk mengangkat kesejahteraan petani menuju terwujudnya Sulteng yang maju, mandiri, dan berdaya saing, demikian Longki menambahkan.

Staf Ahli Menteri bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementan, Dr Ir Mat Syukur dalam sambutannya mengatakan bahwa luas tambah tanam (LTT) padi jagung dan kedelai Sulteng musim tanam Okmar 2017/2018 hingga Januari 2018 positip dibandingkan dengan tahun sebelumnya di waktu yang sama. Hal ini diharap menjadi motivasi kab/kota se-Sulteng untuk terus meningkatkan LTT sehingga target LTT 2018 dapat dicapai.

Kepala BBSDLP Prof. Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa Sulteng mempunyai peluang besar untuk meningkatkan LTT. Peluang tersebut antara lain melalui percepatan tanam di lahan sawah baru dan pembangunan embung dan dam parit untuk tingkatkan indeks pertanaman. Dengan terbitnya Inpres No. 1/2018 tentang embung kecil dan bangunan air lainnya, maka pemerintah daerah dapat membangun embung menggunakan dana desa, anggaran Kemendesa PDTT dan Kementan, demikian Dedi yang juga penanggungjawab Upsus Kabupaten Parimou, Toli-toli, Buol dan Touna menegaskan.

Komandan Korem 132/Tadulako Kolonel Inf. Agus Subiyanto SE, MSi menegaskan bahwa TNI sudah lebih dari 3 tahun aktif melaksanakan program Upsus bersama Kementan, Pemda, dan petani. Hasilnya sudah tampak, berupa peningkatan produksi pajala yang signifikan meskipun ada beberapa hal yang masih perlu ditungkatkan lagi, demikian perwira menengah asal Pangandaran itu menambahkan.

Dalam acara tersebut Gubernur berkenan memberikan penghargaan kepada 3 Bupati yang berhasil mencaoai target LTT. Ketiganya yaitu Bupati Poso yang berhasil dalam mencapai target LTT padi dan jagung, Bupati Banggai dan Bupati Buol yang berhasil dalam mencapai target LTT jagung MT 2017. Gubernur berharap agar Bupati/Walikota se-Sulteng lainnya mengikuti jejak 3 Bupati tersebut di atas. Selanjutnya Gubernur juga meminta agar Bupati/Walikota berkoordinasi bersama Dandim setempat, Kadistan Kab/Kota, dan Camat untuk bersama-sama merumuskan target UPSUS Pajala dan Babe yang telah ditentukan sampai tingkat kecamatan dan desa sehingga target LTT 2018 bisa tercapai.

Selain itu Gubernur bersama SAM Pertanian menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas antara Danrem 132/Tadulako dengan Kadistan Propinsi Sulteng, antara Dandim dengan Kadistan Kab/Kota se-Sulteng, serta Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Dirut PT Pembangunan Sulteng dengan Kadistan Kab/Kota se-Sulteng. Pakta integritas yang ditandatangani dijadikan janji terhadap diri sendiri serta dijadikan amanah dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, tegas Gubernur. (myw)

Comments

comments