• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen Artikel

Penghasilan Buruh tani di Aceh meningkat

by Deni Rusdiana
15 August 2017 14:12
in Artikel, Citizen, Jurnalisme Warga
0
Penghasilan Buruh tani di Aceh meningkat

wisatawan menikmati betani

MEDIAHARAPAN.COM,- BLANGPIDIE – Upah buruh panen padi tradisonal di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai meningkat dari sebelumnya yakni dari Rp1,5 juta menjadi Rp1,8 juta/hektare pada musim panen gadu 2017.

Idris, buruh panen padi, warga Kecamatan Tangan-tangan di Blangpidie, Selasa mengatakan, naiknya ongkos panen padi tradisonal itu disebabkan minimnya “combine harvester” (mesin panen).

“Keberadaan mesin panen padi canggih itu masih minim di Abdya, makanya upah panen padi tradisonal mahal dari tahun lalu,” ujarnya.

Idris berkata, dirinya saat ini sedang memanen tanaman padi milik warga Blangpidie, di lahan sawah Desa Keude Paya. Pemilik memberi upah sebesar Rp1,8 juta/hektar digratiskan rokok dan kopi.

“Ongkos panen padi sebesar itu belum termasuk rokok dan kopi pekerja. Biasanya rokok dan kopi untuk buruh itu ditanggung pemilik sawah dua kali sehari di luar ongkos,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Muslim Hasan mengatakan, jumlah combine harvester milik pemerintah daerah masih sangat minim, sehingga sebagian petani harus panen padi secara tradisonal.

“Combine milik Pemkab Abdya hanya 5 unit dan semuanya telah diturunkan ke lahan persawahan di sejumlah kecamatan untuk melakukan proses panen padi milik petani,” katanya.

Ia berkata, permintaan untuk memanen padi dengan combine sangat tinggi karena biaya murah dan waktu memanen pun relatif singkat bila dibandingkan dengan cara tradisonal membutuhkan waktu lama.

Selain membutuhkan waktu lama, biaya yang dikeluarkan petani untuk proses panen sangat tinggi hingga mencapai Rp1,8 juta/hektare ditambah lagi dengan ongskos perontok dengan menggunakan power trheser.

Tetapi, lanjut dia, bila tanaman padi dipanenkan dengan mengunakan mesin combine milik pemerintah, ongkosnya menjadi murah, yakni Rp20 ribu/kuintal atau Rp10 ribu/karung gabah isi 50 kilogram.

“Sekarang ada juga masuk combine milik swasta dari luar daerah. Cuma ongkosnya mahal, mencapai dua kali lipat dari ongkos panen dengan combine milik Pemkab Abdya,” katanya.

Ia menjelaskan, dari jumlah lahan sawah keseluruhan sekitar 11,178 hektare, baru sekitar 3 ribu hektare yang sudah dipanenkan petani, selebihnya masih dalam proses panen dan ada juga sedang menguning.

Comments

comments

Tags: andi amran sulaimanbill clintonJOKOWIKopi Indonesiaupah petani
Previous Post

Program Gempita diyakini sebagai kesempatan dan jalan raya menuju kesejahteraan

Next Post

Panglima TNI Tegaskan Ulama Indonesia Tidak Akan Merubah Pancasila

Deni Rusdiana

Next Post

Panglima TNI Tegaskan Ulama Indonesia Tidak Akan Merubah Pancasila

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47
Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

16 June 2026 10:37
Pemkab Bogor Janji Buat Surat Edaran Cegah LGBT

Pemkab Bogor Janji Buat Surat Edaran Cegah LGBT

14 June 2026 08:33
Forum Ponpes dan DKM Minta Pemkab Bogor Terbitkan Aturan Pencegahan Sex Menyimpang 

Forum Ponpes dan DKM Minta Pemkab Bogor Terbitkan Aturan Pencegahan Sex Menyimpang 

14 June 2026 08:29

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47
Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

Awal Muharam, GNG Salurkan Al-Qur’an Braille di Unpam

16 June 2026 10:37
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia