• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen

Pesta Kembang dan Lemper Ayam

by Media Harapan
27 April 2017 06:53
in Citizen, Opini
0

Pemerhati Masalah Sosial Politik, Iswandi Syahputra

Oleh : Iswandi Syahputra

(Pemerhati masalah Sosial Politik) 

Jadi begini…
Setelah saya menulis analisis tentang Pesta Kembang di Balai Kota, dalam bentuk opini pendek sejumlah media online meminta ijin saya agar artikel itu dimuat. Saya persilahkan dengan satu alasan, cukup sudah rakyat dibohongi dengan permainan ‘Woowwww Effect’  ini. Masih ingat kasus:

a). 1 juta KTP.
b). Warga Antri di Rumah Lembang.
c). Sungai Jernih di Jakarta.
d). Dll.

Polanya hampir sama dengan jualan lemper lontong isi daging ayam:

Lontongnya lebih tebal dan besar, tapi isinya cuma secuil kulit ayam yang dicincang. Yang penting orang satu pasar berkoar-koar, “Lemper Ayam, Lemper Ayam, Lemper Ayam…” Apakah ini bohong? Jelas tidak, karena faktanya memang ada lemper berisi ayam (walaupun cuma kulitnya).

Saya menyebutnya dengan manipulasi realitas. Saya kembali pada gagasan Jean Baudrillard. Model seperti ini merupakan tahap pertama dari hiper-realitas. Baudrillard menyebutnya;
It is the reflection of a basic reality (Citra adalah cermin dasar realitas). Kehadiran ‘daging ayam’ cukup direpresentasikan melalaui secuil kulit ayam dalam lemper yang tebal dan besar.

Jika pedagang terus berkoar, “Lemper ayam, Lemper ayam…” maka orang akan percaya pedagang lagi jualan Lemper berisi Daging Ayam. Tahap kedua ini disebut Baudrillard sebagai It is masks and perverts a basic reality (Citra menyembunyikan dan memberi gambar yang salah akan realitas).

Jika tidak dicegah, orang-orang yang berada di luar pasar yang mendengar pedagang berkoar “Lemper ayam, Lemper ayam…” akan ngomong pada isteri, tetangga dan siapa saja bahwa di pasar ada orang jualan “Lemper ayam…”. Pada tahap ini, orang banyak mulai percaya bahwa Lemper Ayam merupakan makanan populer yang dijual di pasar.

Ini merupakan tahap ketiga yang disebut Baudrillard sebagai It is masks the absence of a basic reality (citra menutupi/menghapus dasar realitas). Tahap inilah yang saya sebut manipulasi realitas. Simpelnya, ini tidak lebih dari tipuan realitas. Jadi ini seperti sulap, cuma game tentang realitas. Memang perlu kecerdasan untuk memainkannya dan kecerdasan pula untuk memahami triknya…

Untuk membuktikan asumsi tersebut saya menghubungi teman baik saya seorang jurnalis untuk menginvestigasinya. Hasilnya…

Pendukung Paslon 2 memang sudah siap menang dengan memesan ribuan karangan bunga, memesan tempat perayaan dan mendisain pesta kemenangan dengan tujuan menuai Wooowww effect Dugaan saya, Ahok memang lagi dipersiapkan untuk hal yang lebih besar makanya dari sekarang harus tetap dijaga agar selalu terlihat besar dan mendapat dukungan luas.

Karena itu karangan bunga terlanjur dipesan sebagai ucapan Selamat atas Terpilihnya Ahok sebagai Gubernur DKI padahal Ahok kalah, sementara pesanan tidak bisa dicancel, akhirnya dialihkan sebagai ucapan terima kasih pada Ahok.

Mungkin saja satu atau dua dari papan bunga itu murni dari warga yang bersimpati pada Ahok, satu atau dua karangan bunga inilah yang mirip kulit ayam dalam lemper yang tebal tadi.

Seperti pada Pilkada 2012 dan Pilpres 2014, saya memilih diam usai Pemilu karena saya fikir permainan sudah usai. Kalah atau menang itu sudah ketetapan. Tapi Pilkada DKI 2017 memang agak beda. Mengapa perlu direspon dan dikritisi? Karena DKI Jakarta adalah Ibu Kota Indonesia, Ibu Kota negara yang saya cintai. Saya berhak berpendapat terhadap pemimpin Ibu Kota Negara saya. Selain itu, pola-pola kampanye impresif yang dilakukan perlu diimbangi dengan nalar kritis agar publik bersih dari intervensi sehalus apapun untuk menghirup sebebas-bebasnya udara demokrasi.

Saya berkepentingan merawat nalar kritis dan akal sehat publik demi demokrasi yang bermartabat. Cara-cara seperti ini kendati sah dan tidak dilarang, tapi tidak sehat bagi demokrasi dan masa depan solidaritas kita sebagai bangsa. Kalau kalah, ya kalah saja. Terima kemenangan lawan. Jika ada yang keberatan, ajukan sesuai mekanisme. Foke dan Prabowo dan pendukung mereka bisa dijadikan contoh betapa kekalahan itu pahit tapi harus diterima dengan lapang demi persatuan dan kesatuan bangsa. Selanjutnya ayo kerja, kerja, kerja… 

Comments

comments

Previous Post

PBV TNI Selenggarakan Pertandingan Bola Voli Putri Kartini Cup XVII

Next Post

Kementerian Agama Siapkan Regulasi Audit Paket Umrah

Media Harapan

Next Post
Kementerian Agama Siapkan Regulasi Audit Paket Umrah

Kementerian Agama Siapkan Regulasi Audit Paket Umrah

BERITA POPULER

Pesta Kembang dan Lemper Ayam

27 April 2017 06:53
10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

10 Alat Bantu Fotografi yang Wajib Diketahui Pemula

28 August 2023 14:39
Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

Orang Sholeh Yang Diam Menyaksikan Kemungkaran Maka Ia Terlaknat

29 April 2019 08:25
Aditya Wardana Masuk Penjara Soal Cek Kosong

Aditya Wardana Masuk Penjara Soal Cek Kosong

15 August 2017 05:03
Perkumpulan AQL Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Bogor

Sunni–Syiah dan Sikap Umat atas Serangan Israel ke Iran

3 March 2026 08:35
PUSHAMI: Wiranto Gagal Paham UU Terorisme

PUSHAMI: Wiranto Gagal Paham UU Terorisme

22 March 2019 10:35

BERITA TERBARU

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

4 March 2026 07:07
Perkumpulan AQL Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Bogor

Sunni–Syiah dan Sikap Umat atas Serangan Israel ke Iran

3 March 2026 08:35
Problem Secara Hukum, FGD JATTI Tolak Indonesia Gabung BOP

Problem Secara Hukum, FGD JATTI Tolak Indonesia Gabung BOP

3 March 2026 08:21
Sertijab Camat, Staf Ahli TPPKK Dwinanda Ahmad Fadly Lantik Ketua TPPKK Kecamatan Salimpaung Dan Batipuh

Sertijab Camat, Staf Ahli TPPKK Dwinanda Ahmad Fadly Lantik Ketua TPPKK Kecamatan Salimpaung Dan Batipuh

28 February 2026 06:39

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

Bidan Jadi Garda Terdepan Lindungi Ibu dan Anak di Musim Pancaroba

4 March 2026 07:07
Perkumpulan AQL Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Bogor

Sunni–Syiah dan Sikap Umat atas Serangan Israel ke Iran

3 March 2026 08:35
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia