MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Pasca peristiwa teror bom panci di Cicendo Bandung Jawa Barat, Kepolisi meminta masyarakat untuk waspada jika ada pria yang berbelanja panci atau rice cooker dalam jumlah yang banyak.
“Jadi kalau ada laki-laki beli panci atau rice cooker banyak-banyak, patut dicurigai. Coba ditanyakan, pedagang atau bukan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).
Himbauan itu dikeluarkan setelah polisi melakukan penyitaan sejumlah barang dari rumah kontrakan pelaku peledakan Bom Panci yang diyakini bernama Yayat Cahdiyat (YC) alias Dani alias Abu Salam di Kampung Ciharashas, Desa Sirnagalih, Cianjur, Jawa Barat pada Senin (27/2/2017).
Diduga, barang-barang yang disita merupakan sisa dari perakitan bom panci yang diledakkan di Taman Pandawa.
“Ada panci cadangan 2, rice cooker 1, alat kabel, solder, gunting listrik, dan gulungan kabel, dan sebagainya tampaknya bagian dari sisa-sisa,” jelas Boy.
Polisi meyakini bahwa pelaku peledakan yang tewas tertembak saat penggerebekan di kantor Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo Bandung itu adalaah Yayat cahdiyat yang merupakan pemain lama yang pernah di penjara dan bebas tahun 2014 lalu.

Saat ini Polisi tengah melakukan pelacakan dan pengejaran terhadap satu rekan YC yang berhasil melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor saat pengejaran dilakukan warga pasca aksi peledekan bom panci di Taman Pandawa.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto mengatakan ada satu orang lainnya yang diduga sebagai pelaku teror bom.
“Satu Orang diduga pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor” Kata Rikwanto di Mabes Polri, Selasa (28/2/2017).
Selain itu Polisi juga masih melakukan proses identifikasi terhadap YC yang jenazahnya masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur. (MH007)







