MEDIAHARAPAN.COM, Algier – Warga Aljazair melancarkan mogok massal parsial pada hari Minggu (10/3)sebagai bagian dari protes atas terpilihnya kembali Presiden Abdelaziz Bouteflika. Aljazair sudah mengalami protes demonstrasi massa selama tiga minggu.
Mogok massal itu mendapat tanggapan berbeda-beda di sejumlah provinsi seperti Jijel, Setif, dan Constantine di Aljazair timur dan provinsi-provinsi pusat Bouira, Bejaia dan Tizi Ouzou, menurut koresponden Anadolu Agency di lapangan.
Selama berhari-hari, para aktivis telah berkampanye untuk melancarkan mogok massal dan pembangkangan sipil sebagai protes atas upaya Bouteflika mengamankan kekuasaan kelima kalinya.
Seruan mogok telah memaksa warga sipil Aljazair bergegas ke pasar untuk mengamankan kebutuhan mereka akan bahan pokok, di tengah antrian panjang di depan pompa bensin.
Untuk minggu ketiga berturut-turut, ribuan warga Aljazair turun ke jalan untuk memprotes keinginan Bouteflika untuk mencalonkan diri dalam pemilihan ulang.
Bouteflika memerintah Aljazair sejak 1999.
Tokoh oposisi telah berulang kali mendesak presiden yang sudah lanjut usia itu, yang pada 2013 dirawat karena pembekuan darah di otak, agar tidak ikut bertarung dalam pemilihan. (Anadolu/bilal)









