Relawan WMI terjebak di desa Namo karena longsor

MEDIAHARAPAN.COM, PALU – Seperti biasa relawan Wahana Muda Indonesia melakukan tugas untuk pembagian logistik kepada posko di wilayah Sigi. Kemarin (21/10) tim bergerak ke desa Pesaku dusun IV dan Tompe Bugis. Tim dipecah menjadi 2 bagian, satu tim langsung menuju desa Tompe Bugis karena medan yang berat menghindari malam melewati beberapa daerah bekas longsoran membawa tandon air kapasitas 1200 liter. Sedangkan satu tim hanya dibawah di desa pesaku dan salua untuk menyalurkan logistik dan tandon air.

Selesai menyerahkan bantuan kepada madrasah Quran Al Fatah di desa Tompi Bugis, Dede Guslie kepala rombongan mengabarkan kepada base ops WMI di Palu bahwa kemungkinan akan bermalam karena jalanan longsor.

Posisi tim WMI terakhir di desa Tompi Bugis yang beranggotakan Dede Guslie, Chairul, Gunawan serta seorang jurnalis Bilal Muhammad tertahan di desa Namo. Hingga rilis ini ditulis dikabarkan puluhan relawan juga terjebak karena longsor tersebut.

Saat ini tim rescue WMI merapat ke lokasi membawa logistik dan bahan bakar untuk kebutuhan para relawan yang tertahan akibat longsor yang cukup parah.

Comments

comments