MEDIAHARAPAN.COM, Solok – Bupati Solok H.Gusmal,SE,MM meresmikan pemakaian kantor baru Walinagari Pianggu Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kab.Solok Sumatera Barat, Sabtu (23/4/2017), bertempat di Halaman Balai – Balai Nagari setempat. Peresmian gedung pelayanan masyarakat nagari tersebut ditandai dengan pemotongan pita, sebelum dilakukan pemantauan kondisi dalam kantor oleh Bupati bersama rombongan yang hadir mendampingi pimpinan daerah penghasil beras dan markisa itu.
Dalam sambutannya, Bupati Solok mengucapkan selamat atas peresmian pemakaian kantor baru Walinagari Pianggu. Seiring dengan diresmikan kantor baru walinagari ini, Bupati berharap kinerja serta pelayanan perangkat nagari terhadap masyarakat juga meningkat. Bupati juga mengapresiasi walinagari Pianggu dan beberapa Walinagari yang lain yang telah berhasil membangun kantor walinagari yang baru dan tentunya lebih representatif, sebagai bentuk dan upaya guna menciptakan kenyamanan aparatur dan masyarakat dalam menjalani proses pelayanan di nagari, yang mana tujuan hakikinya untuk percepatan pembangunan di tengah – tengah masyarakat.
Bupati Gusmal juga memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya atas kesungguhan walinagari pianggu dalam membina dan menumbuhkembangkan kesenian anak nagari. Gusmal mengaku terpukau dengan penampilan seni anak nagari setempat seperti randai, mancak, tari piriang serta penampilan group kasidah yang mewarnai dan menyemarakkan prosesi peresmian pemakaian gedung kantor itu.
“semoga ini mampu menjadi motivasi bagi nagari – nagari yang lain, dalam giat pemeliharaan seni tradisional yang merupakan kekayaan budaya dan kesenian daerah masing – masing” tutur Gusmal.
Lebih jauh diungkapkan pria yang menduduki tahta sebagai orang nomor wahid untuk kedua kalinya di daerah yang memiliki 5 danau itu, bahwa kantor adalah tempat bekerja guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta sebagai tempat untuk berdiskusi dan bermufakat demi kemajuan daerah. Untuk itu, Ia meminta agar jangan dijadikan kantor sebagai tempat perdebatan yang tiada akhir dan bermuara pada perselisihan, hingga menyebabkan terkendalanya percepatan pembangunan di nagari.
Sesuai dengan konsep nagari membangun yang telah dicanangkan, pembangunan kabupaten Solok dimulai dengan pembahasan dari elemen terbawah “mambusek dari bumi”.
Dalam pengimplimentasiannya, salah satunya, melalui musrenbang guna menjaring aspirasi masyarakat tanpa meninggalkan azas prioritas yang lebih mendesak dan dan lebih dibutuhkan.
Selain itu, sesuai dengan program penerapan adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah yang juga telah kita canangkan, pemerintah nagari bersama warga nagarinya diharapkan untuk menguatkan silaturahim dalam bermufakat untuk menyusun peraturan nagari yang akan menjadi pedoman bagi generasi penerus, anak kemenakan dalam menjalankan kehidupan sesuai norma agama dan adat. Dan peraturan nagari itu juga nantinya akan menjadi pedoman bagi aparat penegak hukum, jika suatu saat terjadi sengketa kaum di nagari yang sampai ke ranah hukum. Seiring dengan itu, Bupati juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyakat dalam mewujudkan program subuh berjama’ah dan maghrib mengaji.
“Utamakan selalu musyawarah dan mufakat dengan merangkul seluruh elemen masyarakat dalam membangun nagari, namun jangan sampai berakhir dengan debat kusir yang tidak berkesudahan dan menyisakan perselisihan. Berfikir dan bersatulah dalam membangun nagari, untuk menjadi lebih baik dan maju dari segala sektor. Dan mari kita bersama – sama ambil bagian dalam menciptakan generasi yang tangguh, maju dan berkarakter melalui program – program yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah” tandas Gusmal.
Sementara itu, walinagari pianggu Rafli dalam sambutannya menjelaskan nagari pianggu memiliki empat jorong yaitu jorong Sungai Lasi, Batang Pamo, Pianggu dan jorong Cubadak, yang mana dua jorong terletak di pinggir jalan lintas dan dua lainnya terletak di perbukitan. Nagari pianggu tercatat memiliki jumlah penduduk kurang lebih 2 ribu 650 jiwa. Di nagari tersebut terdapat 4 sekolah dasar, 3 PAUD serta ada SMP, MTsN dan SMA.
Dikatakannya, secara keseluruhan nagari Pianggu memang tidak termasuk dalam daftar nagari tertinggal. Namun hakekatnya, pada kondisi realnya, di nagari pianggu masih ada kondisi jalan yang tidak layak. Terutama pada dua jorong yang ada di areal perbukitan yang merupakan jalan utama nagari pianggu yang sangat mmprihatinkan dengan kondisi banyak yang retak dan longsor akibat curah hujan yang tinggi.
Untuk itu, Rafli meminta, kedepan pemerintah daerah kabupaten Solok memasukan peningkatan akses jalan utama di nagarinya dalam program prioritas pembangunan daerah, yang mana setiap tahunnya telah ia usulkan dalam musrenbang di kecamatan hingga kabupaten, namun selalu gagal.
“Terakhir, senjak 2006 silam, hingga sampai saat ini belum ada tambahan peningkatan akses jalan aspal hotmix di jalan utama kenagarian tersebut” terangnya.
Rafli juga bersyukur, dengan dana desa yang telah diperoleh nagari – nagari semenjak 2015, telah membantu menyokong percepatan pembangunan di Nagarinya. Dengan ini jugalah, ia bisa membangun kantor walinagari yang representatif guna menunjang pelayanan terhadap masyarakat setempat. Selain itu, juga untuk pemberdayaan dalam menunjang aktifitas lembaga yang ada di nagari yang tujuannya tetap demi pembangunan nagari kearah yang lebih baik dan lebih maju.
Lebih jauh diungkapkannya, nagari Pianggu juga mengganggarkan dana untuk membina klub kesenian yang ada di nagari guna dalam rangka melestarikan dan menumbuhkembangkan kesenian dan kekayaan adat budaya yang ada di nagari.
“Dalam rangka memeriahkan peresmian gedung baru kantor walinagari ini, juga kita manfaatkan sebagai ajang pelestarian seni budaya nagari, dengan menggelar penampilan kesenian dari tiga kabupaten/kota yaitu kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung dan Kota Sawahlunto yang dihadiri oleh Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin,SH” pungkas Rafli. [Amel/MH038]







