Sastrawan Rudi Fofid Tampil Di Holland Festival Ke-70

BERBAGI

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Sastrawan Indonesia Rudi Fofid berpartisipasi dalam penyelenggaraan Holland Festival di Amsterdam, Belanda. Sastrawan yang juga sebagai jurnalis dan aktivis perdamaian itu tampil pada tiga panggung berbeda, 16-18 Juni 2017.

Sebagaimana dirilis manajemen grup Boi Akih, Rudi menulis sejumlah puisi yang dipresentasikan oleh Boi Akih dalam pentas Semalam Di Indonesia dengan tema Controlling The Swing’.
Untuk penampilan di Teater Paradiso Amsterdam. 16 Juni, Rudi menulis tujuh puisi yang dibawakan vokalis Boi Akih Monica Akihary.

Komposisi musik dibuat oleh Niels Brower. Niels memainkan gitar, dalam kolaborasi dengan Ryoko Imai (marimba, perkusi) asal Jepang dan Tobias Klein (klarinet bass, klarinet contrabass) dari Belanda.

Dua musisi lain asal Indonesia yakni pemain gamelan I Made Subandi (Gianyar, Bali), dan Indra Menus asal Yogyakarta.
Menurut Boi Akih, dalam tema Conrrolling The Swing’, puisi-puisi Rudi akan bercerita tentang cinta-benci dan bagaimana mereka berhubungan. Cinta dan kebencian akhirnya merupakan dua fenomena yang ekstrem sehingga bisa saling bertransformasi. Benci hanya bisa diatasi oleh cinta.

Pada penampilan utama di Paradiso Teater Amsterdam, Rudi membaca puisi Jangan Buang Muka, Sunda Kelapa dan Kuburkan Aku Di Laut Banda. Puisi-puisi lain dipresentasikan dalam komposisi lagu, dengan vokalis Monika Akihary.

Selain puisi, pementasan ini juga memadukan musik tradisional dan kontemporer, suara akustik dan suara elektronik, kayu dan logam, cakrawala luas abadi dan improvisasi saraf, namun seiring dengan komposisi gaya, suara dan suasana hati yang pada awalnya tampak tidak sesuai, tapi bisa mencair.

Selain acara semalam di Indonesia, Rudi juga tampil pada 17 Juni di panggung terbuka yang dihadiri banyak seniman muda, Rudi tampil dalam panggung puisi bersama sejumlah penyair Belanda. ia membaca puisi-puisi dalam bahasa Inggris.

Pada 18 Juni, Rudi juga hadir di pentas puisi dan musik di Teater Perdu. Masih dengan musisi pengiring lintas bangsa, Rudi membaca tujuh puisi.
Di panggung ini, hadir pula empat penyair Belanda yakni Joost Baars, ,Djodjie Rinsampessy, Dean Bowen dan Abe Sahetapy. (Neo

Comments

comments