• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Internasional

Sikap Represif China Dibela Pangeran Saudi

by Bilal
24 February 2019 06:21
in Internasional
0

MEDIAHARAPAN.COM, Beijing – Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman ( MBS) menyatakan dukungan terhadap Republik Rakyat China dalam memerangi terorisme dan ekstrimisme. MBS menyebutnya sebagai hak China untuk melakukan tindakan “anti-terorisme” dan “de-ekstremisme”, demikian menurut media pemerintah China.

Para aktivis mengkritik pernyataan MBS sebagai pembelaan tindakan keras Beijing terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

Pangeran Mohammad membuat pernyataan kepada Presiden Cina Xi Jinping pada hari Jumat (22/2) selama kunjungannya ke Beijing , bagian terakhir dari safari ke Asia yang mencakup Pakistan dan India, menurut badan berita yang dikelola pemerintah.

Dalam pembicaraannya dengan Xi, MBS memuji hubungan Saudi dengan China sebagai bebas dari masalah, kantor berita resmi Xinhua melaporkan, sementara Xi mendesak upaya bersama untuk melawan ekstremisme dan teror.

Xi mengatakan kepada putra mahkota, kedua negara harus memperkuat kerja sama internasional dalam deradikalisasi untuk “mencegah infiltrasi dan penyebaran pemikiran ekstremis”, menurut Xinhua.

MBS menegaskan kepada Xi bahwa Arab Saudi menghormati dan mendukung hak China untuk melindungi keamanannya sendiri dan mengambil langkah kontra-terorisme dan deradikalisasi, dan bersedia meningkatkan kerja sama.

“China memiliki hak untuk mengambil langkah-langkah anti-terorisme dan anti ekstremisme untuk menjaga keamanan nasional,” kata MBS kepada Xi, menurut CCTV milik negara.

“Arab Saudi menghormati dan mendukungnya dan bersedia memperkuat kerja sama dengan China,” tambahnya.

‘Menjijikkan‘

Riyadh tetap diam atas perlakuan keras China terhadap Uighur dan sebagian besar minoritas Muslim lainnya di wilayah Xinjiang. Sikap itu terlepas dari citra keluarga Al Saud yang berkuasa tentang dirinya sebagai pembela umat Islam di seluruh dunia dan pelindung dari dua tempat suci agama Islam.

Hingga satu juta warga Uighur dan minoritas lainnya ditahan di kamp-kamp interniran di Xinjiang sebagai bagian dari kampanye anti-teror dan anti-separatis yang kejam, menurut perkiraan yang dikutip oleh panel PBB.

Aktivis mengecam sikap MBS, juru bicara Dewan Muslim Inggris, Miqdad Versi menyebut pernyataan itu “menjijikkan” dan merupakan pembelaan “penggunaan kamp konsentrasi terhadap Muslim Uighur”.

Kongres Uyghur Sedunia, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Jerman, mengatakan kegagalan MBS untuk mengangkat masalah penahanan Uighur sama dengan dukungan diam-diam untuk “pelanggaran hak-hak kotor China”.
Kunjungan putra mahkota Saudi itu terjadi lima bulan setelah putra mahkota itu mendapat tekanan kuat di AS dan di tempat lain menyusul pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul. Di Kongres AS, kritik terhadap Saudi juga telah meningkat selama berbulan-bulan terkait penanganan perang di Yaman, Saudi dituduh menyebabkan banyak korban dan penderitaan di kalangan warga sipil.

China juga menahan diri untuk tidak menyalahkan Arab Saudi atas isu-isu perang atau pembunuhan jurnalis, sesuai dengan tradisi lama yang tidak mengintervensi dalam urusan negara lain.

Pendekatan diam-diam mencerminkan bahwa kedekatan China dan Arab Saudi telah semakin tumbuh selama dekade terakhir berdasarkan kepentingan ekonomi yang saling melengkapi, kata Michael Clarke dari National Security College Australia National University.

“Pada dasarnya, dalam kasus Saudi tampaknya ada insentif yang sangat jelas untuk tidak menyinggung masalah Uighur,” kata Clarke kepada kantor berita The Associated Press.

Selama kunjungan MBS ke China, raksasa minyak nasional Saudi Aramco mengaku telah menandatangani perjanjian untuk membentuk usaha patungan Saudi-China, bernilai lebih dari $ 10 miliar dolar, untuk mengembangkan kompleks penyulingan dan petrokimia di provinsi Liaoning di timur laut.

Otoritas Investasi Umum Arab Saudi juga mengumumkan penandatanganan 35 nota kesepahaman yang tidak mengikat, senilai $ 28 miliar dolar, termasuk kesepakatan terkait energi, pertambangan, transportasi, dan e-commerce.

China adalah mitra dagang terbesar Arab Saudi. (bilal)

Comments

comments

Previous Post

Keluarga Benteng Cegah Fenomena LGBT

Next Post

Ditengah Ketegangan dengan Pakistan, India Tangkapi Aktivis Kashmir

Bilal

Next Post

Ditengah Ketegangan dengan Pakistan, India Tangkapi Aktivis Kashmir

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Masyarakat Bogor Desak Walikota Larang LGBT

Masyarakat Bogor Desak Walikota Larang LGBT

15 August 2026 23:16
SMAN6KO Bengkulu 2002 Serahkan “Susu Gadis” Rp 10 Juta Untuk Korban Kebakaran Pengantungan

SMAN6KO Bengkulu 2002 Serahkan “Susu Gadis” Rp 10 Juta Untuk Korban Kebakaran Pengantungan

14 August 2026 16:14
PUI Kritik Promosi Miras dengan Challenge Baca Al-Quran

PUI Kritik Promosi Miras dengan Challenge Baca Al-Quran

12 August 2026 14:02
Global Sumud Flotilla Ajak Transformasi Solidaritas Menuju Rekonstruksi

Global Sumud Flotilla Ajak Transformasi Solidaritas Menuju Rekonstruksi

12 August 2026 10:58

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Masyarakat Bogor Desak Walikota Larang LGBT

Masyarakat Bogor Desak Walikota Larang LGBT

15 August 2026 23:16
SMAN6KO Bengkulu 2002 Serahkan “Susu Gadis” Rp 10 Juta Untuk Korban Kebakaran Pengantungan

SMAN6KO Bengkulu 2002 Serahkan “Susu Gadis” Rp 10 Juta Untuk Korban Kebakaran Pengantungan

14 August 2026 16:14
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia