• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Soal Impor Beras, DPR Minta Sinergitas Data Antar Kementerian

by Media Harapan
18 January 2018 21:26
in Ekonomi, Nasional
0

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi partai NasDem Sulaeman L Hamzah menilai kebijakan impor 500 ribu ton beras yang dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat ini disebabkan kurangnya sinkronisasi data pasokan beras nasional.
“Secara umum ada selisih data antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Bulog,” kata Sulaeman di Kompleks Parlemen, Rabu(18/1/2018).

Oleh karena itu dia melihat, persoalan impor beras ini sebagai upaya pemerintah untuk menutupi kekurangan saja, bukan bersifat permanen.

“Jadi ini sifatnya insidentil saja, jika pun masih ada stok maka beras ini bisa digunakan sebagai stok cadangan beras nasional untuk waktu ke depannya saat ada kekurangan pasokan,” ujar legislator Papua ini.

Untuk memperbaiki persoalan tersebut, Sulaeman berharap adanya sinergitas antara kementerian dan lembaga terkait dalam hal pendataan ketersedian pangan nasional.

“Perlu duduk bareng, mencocokkan data. Apakah data yang di lapangan maupun ketersediaan stok sudah sama atau belum.  Sehingga ketika nantinya diperlukan upaya jalan terakhir impor, kebijakannya sudah final.  Karena memang ini diputuskan secara bersama,” tutur Sulaeman.

Selain itu, dia melanjutkan, kebijakan impor beras yang dilakukan oleh Pemerintah saat ini dimaksudkan untuk menutupi ruang gerak spekulan yang berusaha memainkan harga. 

Candangan beras nasional hingga Januari 2018 masih di bawah 1,8 juta seperti yang direkomendasikan oleh lembaga pangan FAO. Perlu tambahan pasokan cadangan beras nasional untuk beberapa waktu hingga masa panen  yang diperkirakan akan dimulai pertengahan Februari 2018. 

“Maka saya kira perlu dibangun 2-3 titik pasar induk lagi selain di Cipinang Jakarta, sebagai bumper stok. Sehingga saat ada persoalan harga tidak hanya berpatokan dengan ketersedian pasokan satu titik pasar induk saja. Karena kalau kita lihat, ternyata di beberapa daerah lain ternyata cukup ketersedian stok berasnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, kebijakan impor 500 ribu ton beras dilaksanakan demi memperkuat cadangan beras nasional.

“Itu (impor beras) untuk memperkuat cadangan beras kita agar tidak terjadi gejolak harga di daerah-daerah,” ujar Jokowi di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/1/) kemarin. (MH007) 

Comments

comments

Previous Post

Kepala Bakamla RI Resmikan Kapal Terbesar Karya Anak Bangsa

Next Post

Pilih Ketua Baru, AJI Padang Gelar Konferensi Kota

Media Harapan

Next Post

Pilih Ketua Baru, AJI Padang Gelar Konferensi Kota

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

12 July 2026 15:21
Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia