Oleh: Hermansyah Idris
Maraknya kasus traficking yang terjadi baru-baru ini dan menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sumbawa ternyata tidak memberikan efek jera bagi calon TKI saat ini. Hal ini terjadi Pemerintah tidak mampu untuk menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Berdasarkan data yang dihimpun ada sekitar 2374 warga Kabupaten Sumbawa yang menjadi TKI keluar negeri. Dari data tersebut terlihat masyarakat Sumbawa banyak yang menjadi TKI di Arab Saudi.
Jika dihitung setiap lima tahun saja ada sekitar 10 ribu hingga belasan ribu orang yang menjadi TKI keluar negeri. Padahal Pemerintah seyogyanya mempersiapkan lapangan kerja bagi para mereka yang ingin menjadi TKI.
Menjadi TKI bukanlah hal yang gampang bagi serang calon TKI. Dimana kita ketahui bersama banya diantara TKI-TKI Indonesia ada yang disiksa, dibunuh hingga diperkosa oleh prang-orang yang tidak bertanggung jawab di negeri Arab.
Apalah kasus-kasus tersebut akan menjadi sebuah tontonan menarik bagi kita semua, jawabnya tentu tidak. Lalu dimanakah hati nurani para pemimpin direpublik ini.
Karena hampir setiap pekan ada saja kasus-kasus TKI lewat siaran televisi yang ditonton oleh ratusan hingga jutaan jiwa rakyat indonesia.
Pertanyaannya sekarang buat apa kita memilih pemipin jika tidak mampu menciptakan lapangan kerja? Apa lagi sekarang ini angka pengangguran saja cukup tinggi.cntohnya di Kabupaten Sumbawa ada sekitar 5 s/d 7 persen atau 12 ribu rang setiap tahun mencari kerja.
Ini artinya para pemipin kita tidak lagi peduli dengan para pencari kerja baik yang ada didaerah maupun di pusat.
Sudah seharusnya Pemerintah bersikap arif dan bijaksana untuk memikirkan untuk warganya agar menciptakan lapangan kerja. Sehingga tidak ada lagi tragedi TKI Indonesia dibunuh, diperkosa dan zhalimi oleh majikannya diluar negeri.
Penulis: Wartawan Online Nasional.






