• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

To Mr Cahyo Kumolo

by Media Harapan
16 July 2017 06:07
in Featured, Jurnalisme Warga, Opini
0

Oleh: Zeng Wei Jian

MEDIAHARAPAN.COM – Pertanyaan apakah North Koreans love Kim Jong-un adalah an impossible question to answer. Menteri Cahyo Kumolo berani sekali menganjurkan agar rakyat mencontoh North Korean menghormati pemimpinnya.

Bahkan para researchers di Seoul tidak bisa memastikan isi hati rakyat Korut. Mengkritik rezim komunis Kim Jong-un bisa menuai badai. Seseorang bisa masuk kamp konsentrasi, kerja paksa, bahkan dieksekusi. Ini negara gila.

Dari sedikit usaha survei, pernah ada “Beyond Parallel” project dedicated to Korean unification.

Projek ini mensurvei 20 orang lelaki dan 16 perempuan. Antara 28-80 years old. Their background bervariasi: dokter, buruh, manager dan sebagainya. Mereka refugee dari North Korea.

Jadi hanya ada 36 orang. Dan 35 respondent menyatakan bahwa keluarga, teman, tetangga mereka selalu mengeluh, mencibir dan make jokes about The North Korean regime. Secara diam-diam (in private) tentunya.

Mengaitkan Mas Joko dengan Marshall Kim Jong-un sama saja merendahkan. Sejak tahun 2008, ada sekitar 30 ribu North Korean defectors hidup di Korea Selatan. Mereka kabur. Ngga tahan hidup di utara. Entah berapa orang yang tewas ditembak ketika mencoba masuk ke Tiongkok.

North Korea selalu menyabet ranking negara termiskin. Ini negara paling terisolasi di dunia. No internet. Masuk bui hanya karena menelepon ke luar negeri. Snack cokelat pernah jadi item di black market. Listrik digilir. Sunyi. Miskin. Redup. Hanya Pyong Yang tampak bagus. Tempat hidup para elite komunis. Steril area dari kaum urban desa.

Bila ada yang keliatan cinta Kim Jong-un, itu hasil indoktrinisasi komunis. North Koreans begin to be brainwashed in cult of the Kims as early as kindergarten. Bagi rezim Kim, citizens are never too young to be indoctrinated. Ini disebut “Kimist mythology”. Alhasil, North Korean leaders dianggap sebagai divine beings (orang suci). Mungkin, setingkat wali or even higher.

In North Korea, setiap rumah, kantor, classroom, bus, kereta api, everywhere ada potret Kim iL Sung, Kim Jong iL atau Kim Jong-un. Warga diharuskan pake pins. Biasanya pin potret Kim iL Sung atau sekaligus dua: Kim One dan Kim Two. Posisi pin di kiri dada. Biar dianggep closer to their heart.

Televisi dan radio sepenuhnya dikontrol komunis Kim. Kerja paksa adalah hukuman bila awak televisi memutar foreign DVD.

Segala-galanya adalah Kim Family. Mereka digosipkan sebagai keturunan Nabi Kongzi (Konghucu). Para guru TK mengajarkan bahwa susu berasal dari “The Dear Leader”.

Rezim Komunis Kim Jong-un bisa survive bukan karena kecintaan dan loyalty orang Korea Utara. Tapi karena dibeking Beijing. Hu Jin Tao merestui penobatan Kim Jong-un sebagai pewaris trah komunis. Jadi, Mr Cahyo Kumolo agak banal bila menggunakan North Korea sebagai contoh kasus.

THE END

Comments

comments

Previous Post

Jateng Perlu Terobosan Ekonomi, Dede Indra Sambangi Ganjar Pranowo

Next Post

Presiden Jokowi dan Hikayat Karung Bocor

Media Harapan

Next Post

Presiden Jokowi dan Hikayat Karung Bocor

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

Ketika Dakwah Dihadang: Sikap dan Harapan Pengurus Pusat PERWATI

12 July 2026 15:21
Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

Seruan Bangun Poros ASEAN Sebagai Kekuatan Peradaban Halal Climate

20 June 2026 20:47

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

Wisuda 73 Santri SHQ, UBN: Al-Qur’an Harus Diamalkan Sepanjang Hayat

16 July 2026 21:48
Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

Nggak Cuma Vendor dan Dekor, Ini Persiapan yang Harus Diperhatikan Sebelum Menikah 

16 July 2026 21:38
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia