MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Indonesia geram dengan langkah pemerintah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang dinilai mencekik rakyat, mereka berencana akan melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan TDL.
Koordinator Wilayah BEM Se Jabodetabek, Muhammad Rijalul Afif dalam Fanspagenya mengatakan bahwa kenaikan Tarif dasar listrik merupakan suatu kenyataan yang membuat rakyat miskin baik di Ibu kota maupun di desa menjerit tak kuasa menahan cekikan kebijakan pemerintah yang semakin kuat menjerat.
“Kami menolak lupa akan kado awal tahun yang diberikan oleh pemerintah kepada rakyat Indonesia. kita terpaksa menerima kado pahit kebijakan pemerintah yang perlahan membunuh rakyat” Kata Rijal dalam seruan aksinya, Rabu (14/6/2017).
Oleh karena itu, Aliansi BEM Se Jabodetabek berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Pusat PLN jalan Trunojoyo Blok M Jakarta selatan pada kamis 15 Juni 2017 yang akan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus.
Mahasiswa akan menuntut pemerintah untuk mengembalikan subsidi kepada pelanggan listrik golongan 900VA seperti semula ketika harga tarif dasar listrik sekitar Rp.605 sampai dengan Rp.791/kWh.
Selain menggelar aksi Unjuk rasa, BEM SI juga menggelar Petisi menolak kebijakan kenaik TDL. dalam petisi tersebut ditulis bahwa rakyat Indonesia sedang dilanda ketidak adilan. sejak awal tahun hingga saat ini tarif dasar listrik selalu naik setiap dua bulan. dari yang awalnya Rp.650/kWh (Tahun 2016) kini jadi Rp.1.352/kWh (Sejak 1 Mei) dan nanti akan naik lagi menadi Rp.1.467/kWh per tanggal 1 Juli 2017. (Alan)






