MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Donald Trump diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif minggu ini untuk mencegah pengungsi Suriah dan imigran Muslim dari memasuki Amerika Serikat. Dia juga diharapkan untuk memerintahkan pembangunan yang membuat janji kampanyenya terkenal yaitu membuat dinding perbatasan USA-Meksiko, Rabu (25/1/2017).
Presiden sedang mempersiapkan untuk membatasi akses ke negara dari imigran, pengungsi, beberapa pemegang visa dari Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman, Reuters melaporkan, mengutip pembantu kongres menjelaskan tentang keputusan presiden.
Pembatasan yang dilakukan presiden Trump kemungkinan akan mencakup larangan hingga beberapa bulan pada imigran dari semua negara sampai Departemen Luar Negeri dan Departemen Keamanan Dalam Negeri menyelesaikan suatu proses “pemeriksaan ekstrim”.
“Donald Trump memenuhi janji-janji yang paling memalukan dan diskriminatif yang ia buat pada kampanye,” kata Dewan Nasional Iran Amerika dalam sebuah pernyataan. “Dia menyerukan larangan Muslim dan sekarang mengambil langkah pertama untuk menerapkan satu (janjinya). Ini akan tidak berhasil. Orang-orang Amerika lebih baik dari ini. ”
Nihad Awad, direktur eksekutif nasional di Council on American-Islamic Relations, mengutuk kebijakan Presiden Trump terkait keputusan soal keimigrasian.
“Ini [perintah eksekutif] tidak akan membuat bangsa kita lebih aman,” tweetnya Selasa malam, “bahkan mereka akan membuat ketakutan dan semakin tidak bersahabat.”
Selain larangan tersebut, presiden akan mulai meluncurkan tindakan eksekutif yang meliputi persiapan untuk pembuatan dinding di perbatasan AS-Meksiko bersama dengan rencana penegakan lainnya, menurut dua pejabat pemerintahan yang berbicara kepada The Associated Press.
Pada kampanye, Mr Trump berjanji untuk memperketat kebijakan imigrasi, termasuk larangan lengkap tentang imigran Muslim memasuki negara bagian AS. Dia juga berjanji untuk memperkuat keamanan perbatasan dengan membangun dinding sementara pada dasarnya memaksa pemerintah Meksiko untuk membayar untuk itu. Janji ini menjadi salah satu kebijakan yang paling awal dan pokok kampanyenya.
Pada Rabu sore, Presiden akan melakukan pertemuan dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk mengarahkan instansi terkait memulai pembangunan dinding dan perbaikan pagar di sepanjang perbatasan. Perintah eksekutif juga akan meningkatkan staf di kantor Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan dengan menyewa 5.000 karyawan tambahan. (ze)
Sumber : The Independen





