MEDIAHARAPAN.COM, Caracas – Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan salah satu fasilitas listrik negaranya menjadi sasaran serangan dunia maya berteknologi tinggi pada hari Sabtu (9/3/2019).
Berbicara dalam demonstrasi anti-imperialis di ibukota Caracas, Maduro mengatakan serangan itu dilakukan dengan menggunakan senjata “berteknologi tinggi” yang “hanya dimiliki pemerintah AS di dunia”.
“Hari ini kami telah memulihkan pasokan listrik di 70 persen wilayah negara, tetapi pada siang hari, serangan cyber lain dilakukan terhadap salah satu fasilitas, yang hingga saat itu bekerja dengan sempurna. Karena alasan ini, semua kemajuan yang telah kami capai pada pertengahan sore terputus, “tambahnya.
Maduro menyebut mata-mata di dalam perusahaan listrik nasional Venezuela berada di bailik pemadaman listrik. Ia bersumpah untuk mengidentifikasi dan menghukum mereka sesegera mungkin.
“Serangan ini dilakukan dengan menggunakan prestasi ilmiah yang tinggi, ada serangan elektromagnetik terhadap saluran listrik nasional.”
Pemadaman Disebut sebagai “sabotase”
Maduro menuding AS terlibat dalam pemadaman listrik, ia menggambarkan pemimpin oposisi yang didukung AS, Juan Guaido sebagai “badut” dan “boneka”.
Venezuela telah menderita pemadaman listrik besar sejak hari Kamis, mengakibatkan 21 dari 23 negara bagian Venezuela dalam kegelapan.
Pemadaman itu sebelumnya disebut sebagai “sabotase”. Outlet media lokal, El Pitazo melaporkan pemadaman itu tampaknya akibat kegagalan pembangkit listrik tenaga air Simon Bolivar yang juga dikenal sebagai Bendungan Guri di negara bagian selatan Bolivar.
Bendungan Guri adalah salah satu stasiun hidroelektrik terbesar di dunia dan pensuplai daya utama ke jaringan listrik Venezuela. (Anadolu/bilal)




