MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Jakarta Research and Public Policy (JRPP) kembali mengadakan diskusi Rabu (17/01) mengenai kesiapan dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang terintegrasi di DKI Jakarta.
“Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia. Karena itu pelayanan kesehatan harus cepat dan mudah didapat. Tiga bulan kepemimpinan Anies-Sandi memimpin Jakarta, kami menagih agar layanan kesehatan terintegrasi diwujudkan di DKI Jakarta,” ujar Direktur Eksekutif JRPP, Muhamad Alipudin di Jakarta (16/01).
Alipudin menyayangkan terjadinya antrian panjang warga Jakarta yang mau berobat di rumah sakit.
“Selain antrian, warga Jakarta pun ribet harus mengurus rujukan ke Puskesmas terlebih dahulu,” imbuh Alipudin.
Alipudin menyebutkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah memberikan solusi masalah pelayanan kesehatan ini, yakni layanan kesehatan terintegrasi berbasis digital.
“Mudah-mudahan aplikasi layanan kesehatan teritegrasi di DKI Jakarta dapat segera diluncurkan. Masalah kesehatan warga Jakarta kemudian tertangani. Dan bahagia warganya benar-benar dirasakan,” paparnya.
Adapun diskusi kesehatan JRPP ini mengundang nara sumber sebagai berikut;
1. dr. R. Koesmedi Priharto, SpOT., Mkes (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta),
2. Drg. Dian Ekowati, MARS (Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta),
3. R. Maya Amiarny Rusady (Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan),
4. Budi Setyanto, Dip. -Ing. (Chief IT. Bid Kesehatan Sahabat Anies Sandi),
5. dr. Rahmat Mulyana Mamet, Sp.Rad (Wakil Ketua Umum Ikatan Rumah Sakit Jakarta Metropolitan). (MH007)






