MEDIAHARAPAN.COM, Batusangkar, Sumatera Barat-Sempat tidak diadakan pacu kuda di Tanah Datar, karena adanya permasalahan batas wilayah dua nagari di dua kecamatan yang belum tuntas. Kini ajang kalender tahunan Pengurus Daerah Pordasi Sumatera Barat itu kembali digelar.
Pacu kuda di Sumatera Barat hanya ada di tujuh Pengda Pordasi Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Pariaman, Solok dan 1 Kota Padang yang sudah tidak aktif.
Sebagai agenda tetap pengurus daerah dan masuk kalender wisata, ivent yang merupakan alek anak nagari itu kembali digelar di Tanah Datar walau tahun lalu sempat ditiadakan.
Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Minggu (21/10) di lapangan pacuan saat pembukaan Wirabraja Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Tahun 2018 mengatakan, “Saya bersukur dan bangga tahun ini pacu kuda kembali bisa kita laksanakan di Tanah Datar, dan semoga di tahu-tahun berikutya ini tetap bisa dilaksanakan tanpa adanya hambatan,” ucapnya.
“Tahun ini ikut empat provinsi, tahun depan kita upayakan seluruh wilayah pulau Sumatera bahkan juga akan kita ikutkan dari luar Sumatera. Saking pentingnya alek anak nagari ini bagi masyarakat di Tanah Datar dari masa dahulunya, bahkan evoria ini juga sebagai tontonan khusus bagi pasangan yang baru menikah,” sebut Dia.
“Jadi pacu kuda tidak semata olah raga dan pertandingan, namun juga sebagai seni dan budaya, untuk itu terima kasih pak Danrem, Kodim 0307 Tanah Datar, Polres Tanah Datar, Pordasi Sumbar dan Tanah Datar, serta semua pihak termasuk sponsor yang telah mengangkat dan mensukseskan pacu kuda di Tanah Datar,” katanya.
Danrem 032 Wirabraja Brigjen. TNI Mirza Agus, saat membuka secara resmi Pacu Kuda Wirabraja itu menyampaikan, olah raga adalah pemersatu bangsa, kenapa kita tidak bisa bersatu, walau terjadi perselisan tapi itu tidak menimbulkan perpecahan maupun konflik, sehingga pacu kuda ini bisa dilaksanakan setiap tahun tanpa adanya pertikaian antara pihak-pihak tertentu.
“Karena pacu kuda sudah tradisi turun temurun dari nenek moyang, alhamdulillah saat ini sudah kembali digelar, mari kita bertekat untuk tidak terjadi hal-hal seperti yang lalu, semuanya untuk kebersamaan dan gotong royong, TNI, Polri akan selalu bersama masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra juga turut sampaikan terima kasih kepada Dandim 0307 Tanah Datar dan jajaran beserta Forkopimda yang telah berupaya kembali mengangkat alek pacu kuda tersebut.
“Atas nama masyarakat dan pemerintah daerah kita sampaikan terima kasih, karena tanpa kebersamaan tentu ini tidak akan terlaksana,” ucapnya.
“Pacu Kuda adalah marwah kita, atraksi budaya kita yang selalu ditunggu masyarakat, evoria tahunan, untuk itu kami atas nama DPRD Tanah Datar dan masyarakat akan selalu mendukung agenda ini, kata Dia.
Sementara Ketua Pelaksana Dandim 0307 Tanah Datar Letkol. Inf. Edi S Harahap sebutkan, selama dua hari perlombaan akan turun sebanyak 63 ekor kuda dari berbagai daerah di Sumatera dengan 20 race direncanakan untuk dua hari masa perlombaan.
Kepada Komandan Korem 032 Wirabraja Ia sampaikan terima kasih karena dengan kesibukannya masih bisa meluangkan waktu untuk membuka acara alek tersebut secara resmi.
Kepada pemerintah daerah, DPRD, Polri dan Forkopimda lainnya, donatur, perantau, tokoh masyarakat dan panitia Ia turut sampaikan terima kasih, atas dukungan dan supor sehingga acara tersebut berjalan sukses dan lancar.
Turut menghadiri acara alek atau pesta rakyat tersebut, Wakil Bupati Tanah Datar, Wakil DPRD Provinsi Sumbar, Ketua Pordasi Sumbar yang juga Wali Kota Bukittinggi, Bupati Dharmasraya, Forkopimda, Camat, Wali Nagari, Ny. Emi Irdinansyah Tarmizi, Ny. Retri Zuldafri Darma, Ketua Persit, Tokoh Perantau, Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya. (Irfan F).






