• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Nasional

Ustad Shamsi Ali Dukung Prabowo Sandiaga di PILPRES 2019

Karenanya dengan dukungan ini saya tegaskan bahwa ini bukan politisasi agama. Sebaliknya keterlibatan saya mengambil hak politik dan melakukan tanggung jawab agama saya.

by Noer Azhari
8 April 2019 11:54
in Nasional, Politik
0
Ustad Shamsi Ali Dukung Prabowo Sandiaga di PILPRES 2019

Kehadiran Shamsi Ali di kampanye Prabowo Sandi, apalagi berada di panggung kehormatan dan memberikan orasi, sudah tentu mengejutkan sebagian kalangan. Pasalnya di pilpres yang lalu Samshi Ali terbuka mendukung pasangan Jokowi-JK, GBK (07/04).

0
SHARES
215
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta (08/04) – Kampanye akbar yang dilakukan calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Sandi di GBK merupakan moment bersejarah (07/04). Salahsatu tokoh anak negri yang tinggal di kota New York, AS dan menjadi Imam Masjid Ustad Shamsi Ai berada diarena kampanye akbar tersebut, sebagai dukukungan terhadap calon presiden Prabowo Sandi. Berikut adalah tulisan beliau menggambarkan perjalanan dari Amerika serta pulang kekampung halaman di makasar hingga ikut kampanye di GBK.

Hari Minggu, 7 April 2019 nampaknya adalah salah satu hari yang bersejarah di bumi Nusantara. Konon kabarnya kegiatan kampanye pasangan Prabowo Sandi hari itu menjadi kampanye terakbar (terbesar) dalam sejarah negeri ini. Kebetulan pula saya sedang berada di tanah air. Dan keberadaan saya itu didengar pula oleh teman-teman penyelenggara kampanye akbar itu. Maka sayapun mendapat kehormatan untuk hadir. Bahkan dijadwalkan untuk ikut memberikan orasi dalam kampanye terbuka itu.

Sehari sebelum kampanye saya berada di kampung halaman, Makassar. Di Makassar sendiri saya mengisi beberapa acara, di antaranya tablig akbar bersama Bapak Tamsil Linrung. Beliau saat ini sedang berupaya untuk pindah dari posisi sebagai anggota DPR RI menjadi anggota DPD pemilihan daerah Sul-Sel.

Selain itu saya juga kembali mendapat kehormatan memberikan ceramah hikmah Isra’ Mi’raj dalam rangka Harlah Muslimat NU ke 73 di Universitas Islam Makassar. Kegiatan ini sendiri memiliki makna spesial bahwa masanya umat ini mampu keluar dari batas-batas sempit itu ke wilayah yang lebih luas.

Mengejutkan sebagian kalangan

Kehadiran saya di kampanye Prabowo Sandi, apalagi berada di panggung kehormatan dan dijadwalkan untuk memberikan orasi, sudah tentu mengejutkan sebagian kalangan. Pasalnya di pilpres yang lalu saya terbuka mendukung pasangan Jokowi-JK.

Keterkejutan itu tentu biasa dan alami. Ada beberapa penilaian yang selama ini dikaitkan dengan tokoh-tokoh di balik kampanye akbar itu. Termasuk pemimpin FPI, Al-Habib Riziq Syihab dan tokoh-tokoh alumni 212. Seolah mereka adalah tokoh-tokoh ekstrim, sementara saya adalah sosok mderat yang senang membangun kerjasama dengan komunitas non Muslim.

Maka hadir di sebuah perhelata akbar yang dikomandoi oleh ulama-ulama dan Habaib 212 itu nampak seperti sesuatu yang paradoks. Berikut adalah alasan-alasan kehadiran dan dukungan Samshi Ali menyampaikan dukungan terbuka kepada Paslon Prabowo-Sandi bukan tiba-tiba. Hanya saja memang kampanye akbar itu bersamaan dengan kedatangannya di tanah air. Dalam beberapa bulan terakhir melakukan pengamatan dan kajian, baik melalui ragam sumber maupun melalui teman-teman yang ada di kedua belah pihak.

Setelah mempelajari dan mengamati secara dekat, baik substansi kampanye (misi dan misi) maupun karakter paslon, Ustad Samsi Ali memutuskan untuk memberikan dukungan kepada paslon Prabowo-Sandi.

Pertama, ketidak adilan dalam menilai dukungan ulama di kedua belah pihak. Ketika sebagian ulama mendukung Prabowo-Sandi dengan serta merta dituduh politiisasi agama. Tapi ketika sebagian lainnya mendukung paslon lain seolah itu dukungan yang wajar dan alami. Perlu digaris bawahi bahwa kedua paslon didukung oleh ulama-ulama umat ini. Kedua, ada upaya sistimatis untuk menghalangi ulama umat ini untuk mengambil hak politiknya, sekaligus melakukan tanggung jawab amar ma’rufnya secara politik. Karenanya dengan dukungan ini saya tegaskan bahwa ini bukan politisasi agama. Sebaliknya keterlibatan saya mengambil hak politik dan melakukan tanggung jawab agama saya.

Ketiga, Sejujurnya saya mungkin termasuk salah satu anak bangsa yang cukup kecewa ketika negeri ini belum mampu menjadikan rakyatnya sebagai tuan di negerinya sendiri. Negara besar yang kaya raya. Tapi rakyat stagnan dalam kemiskinan. Sementara itu ada kecenderungan jika potensi-potensi kekayaan negara semakin dibiarkan untuk dikuasai orang lain.

Pergaulan Internasional dan Stigma Internasional terhadap Islam

Alasan Samshi Ali keepat melihat posisi tawar Indonesia sangat rendah padahal “negara besar ini, besar dalam sejarah, besar potensi sumber daya manusia dan alam, besar dalam keragaman budaya dan agama, dan yang lebih khusus lagi negar berpenduduk terbesar Muslim dunia yang mampu mengawinkan antara Islam dan norma-norma dunia modern, seperti demokrasi, HAM, kesetaraan jender, dan lain-lain”.

“Sayangnya dengan segala kebesaran bangsa ini dunia kerap masih melihatnya sebelah mata, karena kharisma dan kapabilitas kepemimpinan itu menjadi faktor utama. Kasus terkecil adalah ketidak mampuan komunikasi pemimpinnya” ungkap imam besar di New York itu.

Serangan yang merata di seluruh dunia membombardir dengan misinfomasi-misinformasi yang salah tentang saudara-saudara kami di Indonesia. Seringkali ketika mereka berkumpul dengan Jumlah besar, seperti pertemuan 411, 212, dan lain-lain dicap sebagai kegitaan “intoleran”.

Padahal mereka berkumpul untuk mengekspresikan diri juga karena keyakinan mereka tentang demokrasi dan kebebasan berpendapat. Keterlibatan saya untuk menegaskan bahwa kegiatan ini adalah kebanggaan bangsa dan umat. Karena bangsa ini adalah Muslim terbesar dunia tapi sekaligus punya komitmen demokrasi. Apalagi semuanya dilakukan dengan aman, damai dan penuh kesejukan.

Saya juga gerah dengan tuduhan-tuduhan seolah umat ini jika berkomitmen dengan agamanya berarti terjadi krisis loyalitas kepada negaranya. Ada upaya sistimatis untuk membenturkan antara komitmen keagamaan dan kebangsaan umat. Padahal NKRI, Pancasila dan UUD 45 adalah hadiah terbesar umat dan ulama-ulamanya. Karenanya saya sebagai putra bangsa ingin menegaskan bahwa keterlibatan Saya di acara yang dikomandoi oleh para ulama dan Habaib itu adalah bentuk komitmen kepada negara dan agama. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan di negara ini.

Saya juga memutuskan hadir dan mendukung pasangan Prabowo-Sandi karena saya melihat keduanya adalah pasangan calon yang sesuai dan saling melengkapi. Sosok Prabowo yang militer dengan keberanian dan ketegasannya didampingi oleh sosok muda yang pintar, visioner, sukses dan santun. Saya menilai pasangan ini adalah pasangan yang sangat ideal dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan.

Akhirnya sekali lagi saya tegaskan bahwa dukungan politik saya ini tidak sama sekali akan mengurangi intens komunikasi dan persahabatan dengan mereka yang kebetulan memiliki pilihan lain. Mari belajar dewasa dalam berdemokrasi yang memang alaminya akan terjadi perbedaan pilihan.

Yang terpenting dari semua itu adalah perlunya kita semua membangun kesadaran bahwa siapapun kita dan apapun pilihan kita ada “common ground” (kesamaan) di antara kita. Sebagai umat kesamaan kita adalah demi “izzah Islamiyah” (kemuliaan Islam dan umat). Dan sebagai bangsa tentu tidak lain adalah demi Indonesia Raya.

Harapan saya untuk Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Sandiaga Uno periode mendatang dengan izin Allah, agar mereka merebut slogan Donald Trump: Making Indonesia Great Again. Tapi untuk semua latar belakang suku, ras dan agama. Semoga!

 

Comments

comments

Tags: Dukung Prabowo SandiHak Politik Bukan Politisasi AgamaPilpres Itu MusimanSamshi Ali
Previous Post

BAZNAS Jajaki Kerjasama dengan IDC

Next Post

Pengamat: Dua Jenderal Umat Turun Gunung Ancam Suksesi Petahana

Noer Azhari

Next Post
Pengamat: Dua Jenderal Umat Turun Gunung Ancam Suksesi Petahana

Pengamat: Dua Jenderal Umat Turun Gunung Ancam Suksesi Petahana

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia