MEDIAHARAPAN.COM, Tripoli – Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB pada hari Rabu (3/7) menuduh pasukan loyalis Khalifa Haftar membunuh migran gelap yang tinggal di tempat penampungan di ibukota.
Fauzi Unayyis, juru bicara GNA untuk Kementerian Kesehatan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jet tempur milik Haftar menyerang tempat penampungan menewaskan setidaknya 30 migran.
Unayyis memperingatkan jumlah korban tewas bisa bertambah karena ada puluhan orang terluka.
Al-Mabruk Abdulhafez, seorang petugas migrasi tingkat senior, mengatakan kepada stasiun TV Libya bahwa ada 120 migran gelap yang tinggal di fasilitas yang diserang pasukan Haftar.
Libya telah dilanda gejolak sejak 2011 ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi, pemimpin Libya yang berkuasa lebih dari empat dekade.
Sejak itu, perpecahan politik Libya telah menghasilkan dua penguasa saingan – satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli – dan sejumlah kelompok milisi bersenjata lengkap. (anadolu/bilal)





