• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Featured

Parmusi: Masalah Utama Bangsa Bukan Radikalisme, Tapi..

Selain masalah kemiskinan, kata Usamah, persoalan lain yang menjadi PR bersama bangsa ini adalah masih lemahnya iman dan takwa di masyarakat.

by Bilal
3 November 2019 09:41
in Featured, Nasional, Politik & Keamanan
0
Parmusi: Masalah Utama Bangsa Bukan Radikalisme, Tapi..
0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

MEDIAHARAPAN.COM, Makassar – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam menegaskan persoalan utama bangsa bukan radikalisme, tapi kemiskinan yang bisa menjadikan orang berprilaku radikal.

Ia menyayangkan isu radikalisme dihembuskan pemerintah secara berlebihan.

“Karena saya yakin jika rakyat sejahtera tidak ada orang berprilaku radikal. Jadi problem utama bangsa ini adalah kemiskinan bukan radikalisme,” jelas
Usamah saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Parmusi Sulawesi Selatan yang diketuai Abubakar Wasahuwa di Universitas Negeri Makassar, Sabtu (2/11/2019) seperti dikutip dari muslim obsession.

Usamah yang sudah mengunjungi berbagai pelosok dan pulau-pulau terluar melalui program Gerakan Desa Madani Parmusi ini melihat di depan mata, bahwa kemiskinan dan kebodohan masih banyak menimpa di masyarakat. Sebab itu, bicara radikalisme dalam konteks kebangsaan secara berlebihan saat ini tidak tepat.

Usamah heran, isu radikalisme dihembuskan sedemikian rupa seolah-olah menjadi program prioritas seluruh jajaran pemerintahan.

“Sungguh aneh Pemerintah menjadikan persoalan radikaslime sebagai isu nasional, padahal kondisi masyarakat kita masih banyak yang miskin, harusnya pemerintah menekankan pemberdayaan masyarakat ekonomi desa bukan radikalisme,” jelasnya.

Selain masalah kemiskinan, kata Usamah, persoalan lain yang menjadi PR bersama bangsa ini adalah masih lemahnya iman dan takwa di masyarakat yang menyangkut moralitas bangsa. Persoalan ini yang semestinya menjadi prioritas utama pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan moral bangsa ini, sepertinya halnya yang kini menjadi konsen Parmusi.

“Di mana dalam konsep Desa Madani Parmusi itu ada empat pilar utama yang ditekankan, yang pertama itu adalah peningkatan iman dan takwa, lalu kesejahteraan ekonomi umat, pemberdayaan sosial, dan peningkatan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Persoalan-persolan itu yang mestinya kata Usamah, harus menjadi prioritas pemerintah untuk menjalankan program kerja ke depan bukan radikalisme. Ia pun meminta kepada para Dai Parmusi agar tidak terpengaruh dengan isu radikalisme dan mengajak kepada para dai untuk lebih giat dan fokus dalam berdakwah.

“Dai Parmusi tidak perlu takut dengan isu radikalisme, tetap semangat dalam berdakwah, karena dakwah kita ini menegakan kalimat tahuid, mengajak kebaikan, menyerukan persatuan, dan keutuhan bangsa bukan kebencian dan perpecahan, sebaliknya Islam itu rahmatan lil alamin,” tandasnya.

Usamah menuturkan, bahwa persoalan radikalisme memang harus cepat diselesaikan. Namun cara penyelesainnya juga tidak boleh dilakukan dengan cara-cara radikal.

Pada Safari Dakwah Parmusi kali ini Usamah Hisyam didampingi Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, Ketua Umum Muslimah PP Parmusi Nurhayati Payapo, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri, dan Bendahara PP Parmusi Dewi Achyani, serta sejumlah jajaran pengurus wilayah Parmusi Sulawesi Selatan.[]

Comments

comments

Tags: Isu RadikalismeParmusiUsamah Hisyam
Previous Post

Tour de Singkarak 2019, Tim Malaysia Ungguli Finish Etape I di Istano Basa Pagaruyung

Next Post

Produk Pendampingan Human Initiative di Festival Filantrop Muda 2019

Bilal

Next Post
Produk Pendampingan Human Initiative di Festival Filantrop Muda 2019

Produk Pendampingan Human Initiative di Festival Filantrop Muda 2019

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia