• Redaksi
  • Kode Etik
Media Harapan
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video
No Result
View All Result
Media Harapan
No Result
View All Result
Home Citizen Jurnalisme Warga

​DIARY GUBERNUR GAGAL

by Media Harapan
4 February 2017 11:12
in Jurnalisme Warga, Opini
0

Aktifis Tionghoa Zeng Wei Jian

0
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare to Whatsapp

Oleh: Zeng Wei Jian

Menjadi “orang keturunan” dan Kristen di negeri besar dengan 17 ribu pulau ngga susah-susah amat. Buktinya Om Liem, Ciputra, James Riyadi atau Franky Wijaya bisa jadi konglomerat. Buktinya, Ahok bisa jadi Wagub dan Gubernur DKI. Sekali pun ngga punya pengalaman organisasi, IQ pas-pasan dan minim pengetahuan. Jadi gubernur berarti lolos dari 6 skandal korupsi. Sudah menista Surat Al Maidah, namun ngga juga ditahan. Ngga seperti kasus Permadi, Rusgianti, Arswendo dan 130-an kasus serupa selama 15 tahun terakhir. 

Menjadi “orang keturunan”, Kristen dan gubernur sekaligus itu asyik. Bisa caci-maki sekenanya. Ngomong “tokay” di tivi, tetap dibela buzzer bayaran. Sehabis menista agama, ulama besar-cum-Rois Aam NU pun bisa diserang. Dituding berbohong. Diancam akan diproses hukum. 

Bila seorang gubernur dikecam, dicaci, dihujani batu, ditolak blusukan, disumpahi cepet mati, pasti ada sebabnya. 

Indonesia negeri beradab dan budaya tua. Terkenal sebagai tempat hidup orang sopan dan santun. Sebab gubernur itu dibenci pasti bukan karena dia “orang keturunan” atau Kristen. Buktinya, Kristiadi Sanjaya alias Bong Hon San aman-aman aja jadi Wagub Kalbar. 

Tidak pernah rakyat memberi amanah kepada seorang gubernur untuk menggusuri rakyat secara brutal. Lalu menuding mereka sebagai penyabot tanah negara dan pengintai turap. Hanya komunis extrim yang bisa ngomong begitu. Amanah seorang gubernur bukan untuk ngatain aktifis sebagai pelestari kemiskinan, menghina demonstran sebagai pencari nasi bungkus atau ngancem semprot mereka dengan benzin. 

Ngga pernah ada gubernur macam begitu. Di seluruh dunia, baru ada satu gubernur kayak gitu. Sepanjang sejarah, baru ada di Jakarta, seorang gubernur-cum-penista agama yang pede minta dinominasikan sebagai kandidat peraih Hadiah Nobel Perdamaian. Perilakunya bikin ngilu. Hanya di Indonesia, manusia gubernur, “orang keturunan” sekaligus Kristen macam begini bisa survive. 

Dia pasti mati bila tinggal di Afganistan. Dieksekusi tembak bila jadi Walikota Shanghai. Di Singapura, Amerika, Eropa atau di Madagaskar, si mulut beringas ini bakal jadi langganan masuk bui. Alih-alih bersyukur dan berkaca diri, keluarganya malah ngomong “ngga guna hidup lebih lama di negeri ini.” 

Publik sontak kompak menjawab, “Silahkan pergi keluar Indonesia. Segera. Secepatnya.”

 THE END

Comments

comments

Previous Post

Wakil Bupati Pamekasan Membuka Acara Milad XVII & Rakornas FKMSB.

Next Post

Kiai Muda NU Jawa Barat: Ahok Tidak Pantas Jadi Gubernur

Media Harapan

Next Post
Kiai Muda NU Jawa Barat: Ahok Tidak Pantas Jadi Gubernur

Kiai Muda NU Jawa Barat: Ahok Tidak Pantas Jadi Gubernur

BERITA POPULER

No Content Available

BERITA TERBARU

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

Industri Kosmetik Didorong Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal

18 September 2026 14:47
Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

Katarak: Kenali Gejala, Penyebab Katarak, dan Operasi Katarak

18 September 2026 14:37

Follow Us

Media Harapan merupakan web portal berita berbasiskan citizen jurnalism yang menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi baik dalam maupun luar negeri. Semua materi dalam situs mediaharapan.com boleh di copy guna keperluan pengembangan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya peningkatan inteligensi pemuda-pemudi Indonesia dan referensi non komersil dengan mencantumkan mediaharapan.com sebagai sumbernya. Semua masyarakat khususnya pemuda-pemudi Indonesia dapat berpartisipasi sebagai citizen jurnalism dengan mengirimkan rilis, informasi, berita, artikel, opini atau foto untuk dipublikasikan melalui alamat email Redaksi.

Recent News

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

Khalifah Aliftariski Aprian, Atlet Silat Belia Bengkulu Raih Medali Emas International

18 September 2026 15:40
Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

Pameran Kaligrafi Internasional 2026 Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara

18 September 2026 14:54
  • Redaksi
  • Kode Etik

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Hukum & Kriminal
    • Daerah
    • Politik
    • Peristiwa
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Keuangan
    • Macro
    • Pojok UKM
  • Internasional
  • Tekno
    • Teknologi
    • Telekomunikasi
  • Olahraga
    • Arena
    • Hobi
  • Khazanah
    • Opini
    • Profil
  • Sosial
    • CSR
    • Komunitas
  • Video

© 2019 mediaharapan.com - By Wahana Muda Indonesia