MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyampaikan pesannya kepada para Habaib, umat Islam, Ulama dan aktifis khususnya pimpinan FPI yang menggelar buka puasa dan membaca 1000 yasin berjamaah di Jakarta.
Melalui pesan suara berdurasi 23 menit 11 detik yang disampaikan dari Tanah Suci Makkal Almukaramah itu Habib Rizieq menghimbau Umat Islam, Habaib, Ulama dan Aktifis Islam untuk menghadapi gelombang kriminalisasi terhadap ulama dan aktifis Islam dengan sabar dan tegar sambil tetap melakukan perlawan secara Hukum dan Politik.
“Dari tanah suci saya ingin menyampaikan kepada segenap kaum muslimin, bahwasannya gelombang kriminalisasi ulama dan aktifis yang semakin hari semakin terjadi di negeri kita tercinta, wajib untuk kita hadapi dengan sabar, tegar, tabah sambil tetap melakukan perlawanan, perlawanan yang saya maksudnkan disini adalah perlawanan hukum dan politik.” Kata Habib Rizieq dalam pesannya.
Habib menegaskan bahwa saat ini perlawanan secara hukum telah dan sedang dilakukan oleh para pengacara dan advokat dengan langkah-langkah konkrit
“Alhmadulillah untuk perlawanan hukum, para pengacara dan advokat kita telah melakukan langkah-langkah konkrit dalam menghadapi persoalan, karena kalo kita berbicara langkah hukum berarti langkah yang harus kita lakukan adalah langkah keyudikatif.” ungkapnya.
Selain itu Habib menegaskan bahwa perlawanan politik saat ini juga sedang dilakukan oleh pimpinan ormas-ormas Islam baik dari GNPF MUI, Presidium Alumni 212, FUI, begitu juga ormas-ormas Islam Lainnya.
“Semuanya kita berikan apresiasi dan kita doakan dimana mereka melakukan langkah-langkah konkrit untuk melakukan lobi politik baik dengan legislative maupun eksekutif.” jelas Habib.
Atas dasar itu, menurut habib menjadi kewajiban umat Islam untuk memberikan suport dan dukungan kepada mereka dan bersabar dalam menanti hasilnya,
“karena itu saya tetap minta kepada umat Islam agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merusak langkah hukum maupun politik yang sedang diambil oleh para pimpinan kita. suport yang paling penting kita berikan pada mereka adalah jangan melakukan tindakan apapun yang bisa merusak langkah-langkah hukum maupun politik yang sedang mereka upayakan.” Himbau Habib.
Habib juga mengingatkan setiap pihak untuk tidak bertindak sendiri-sendiri tanpa adanya komando dari ulama ataupun Habaib, seraya menegaskan agar dalam mengahadapi serang secara hukum maka harus dilawan secara hukum juga, demikian juga jika diserang secara politik maka harus dilawan secara politik juga.
“Dan satu lagi yang saya ingatkan, jangan ada yang melakukan aksi apapun tanpa pemandu ulama, tanpa komando habaib, kita harus tetap satu komando, kita harus ikuti komando, kalo itu yang kita lakukan, insyaallah, Allah akan memberikan kemenangan kepada kita semua.” Ingat Habib.
Habib menegaskan, bahwa dirinya tetap memonitor dan mengontrol setiap perkembangan dan apa yang terjadi di Indonesia, dan dirinya berkomitmen untuk tidak akan melepaskan diri dari tanggung jawab dalam menajaga umat dan membela Ulama.
“Karena itu dari tanah suci, saya tetap memonitor, saya tetap mengontrol, saya tetap terus mengikuti semua perkembangan yang terjadi di Indonesia ini, karena walau bagaimanapun juga saya tidak bisa melepaskan diri dari tanggungjawab untuk menjaga umat, tanggungjawab untuk membela ulama, negara maupun bangsa, tanggung jawab untuk memperbaiki Indonesia kedepan agar betul-betul menjadi lebih berkah lagi.” Tandas Habib Rizieq (MH007)





