MEDIAHARAPAN.COM, Tripoli – Pasukan Loyalis Khalifa Haftar mengklaim berhasil merebut bekas Bandara Internasional Tripoli di pinggiran ibukota, pada Jumat (5/4).
“Serangan itu merupakan bagian dari operasi yang disebut “Banjir Kehormatan” dan Tentara Nasional Libya (LNA) tidak akan berhenti sampai misi selesai, kata juru bicara Haftar, Ahmed Al-Mismari pada konferensi pers.
Mismari mengatakan Tarhuna, sebuah kota 65 kilometer (40 mil) di tenggara Tripoli, juga berhasil direbut.
Dia memperingatkan bahwa mereka akan membalas setiap ancaman terhadap pasukan mereka.
Sebelumnya pada hari itu, LNA mengklaim di Facebook telah merebut tiga area utama di dekat ibukota Libya, yaitu Qasr bin Ghashir, Wadi Al Rabi dan Suq al Khamis.
Namun, seorang juru bicara untuk Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dukungan PBB mengumumkan di Libya TV al-Ahrar bahwa mereka telah merebut kembali bandara dari pasukan Haftar, bentrokan sedang berlangsung di Qasr bin Ghashir.
Jubir GNA menambahkan bahwa mereka akan terus berjuang sampai ancamannya dihilangkan.
Khalifa Haftar adalah mantan jenderal di era Khadafi, yang didukung Barat untuk melawan kelompok-kelompok Islamis di Libya. Pasukannya sempat membuat heboh dunia karena melakukan kejahatan perang saat merebut kota Derna dan Benghazi dari kelompok Islamis.
Libya masih dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik negara itu telah menghasilkan dua kursi kekuasaan saingan: satu di Al-Bayda, yang mana Haftar terafiliasi, dan satu lagi di Tripoli. (Anadolu/bilal)










