MEDIAHARAPAN.COM, Khartoum – Presiden Sudan terguling Omar al-Bashir berada di bawah tahanan rumah di Khartoum, demikian komandan Pasukan Dukungan Cepat (RSP) Sudan telah mengkonfirmasi.
“Al-Bashir belum meninggalkan negara itu,” kata Letnan Jenderal Mohamed Hamdan Daqlo dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Pada hari Kamis, militer Sudan menggulingkan al-Bashir, yang memerintah Sudan sejak 1989, di tengah protes rakyat selama berbulan-bulan terhadap pemerintahannya.
Militer juga membentuk dewan militer untuk menjalankan negara selama masa transisi dua tahun.
Daqlo mengatakan tindakan keras al-Bashir terhadap protes damai “telah mendorong angkatan bersenjata untuk mengambil alih situasi dan menggulingkannya”.
Ditanya tentang persidangan al-Bashir di hadapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Daqlo mengatakan “keputusannya tergantung pada rakyat Sudan”.
“Sudan akan membentuk pemerintahan terpilih baru, yang akan memutuskan bentuk tahap selanjutnya dan akan mengadili setiap penjahat yang telah melakukan kejahatan terhadap rakyat Sudan, termasuk al-Bashir sendiri,” katanya.
ICC telah mengeluarkan dua surat perintah penangkapan untuk al-Bashir atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan sehubungan dengan konflik di provinsi barat Darfur. (Anadolu/bilal)




