MEDIAHARAPAN.COM, Jakarta – Fenomena prank atau dapat diartikan mengagetkan orang, membuat tidak nyaman dan keheranan sedang viral di media sosial abad ini.
Ternyata kecanggihan teknologi tidak sekedar menguntungkan saja sebagai akses mudahnya informasi, tapi juga banyak korban-korban prank yang hadir baru-baru ini dilakukan oleh berbagai kalangan selebgram, artis, dan masyarakat sipil.
Mengamati niat dan tujuan mereka yang melakukan hanya sekedar iseng dan membuat korban menjadi kaget.
Tidak sekedar prank biasa ternyata, mereka juga meletakkan kamera tersembunyi di berbagai sudut sebelum aksi dimulai. Tujuannya adalah untuk merekam aktivitas prank yang berjalan dengan mulus dapat di publish di media sosial, kemudian di tonton jutaan pasang mata.
Sejatinya memang tidak seluruh prank yang membahayakan dan masih dalam konteks kewajaran yang tidak membahayakan jiwa orang lain. Namun apabila prank nya menyakitkan korban, menghadirkan hantu-hantu buatan, melukai fisik akan berdampak kepada gangguan jantung dan kesehatan mental.
Raj sebagai masyarakat sipil menilai prank ini sebagai kekeringan moral dan humor paling norak abad ini.
“kontennya tidak lucu, jika fenomena ini terus berlanjut akan mengakibatkan distrust (tidak dipercaya lagi) dan penghinaan secara personal jika tidak mendapatkan izin dari korban yang di posting, lebih baik mereka membantu masyarakat kurang mampu kemudian menginspirasi banyak orang untuk peduli” ungkapnya saat kami temui di sekitar Gambir.
Selain itu, orang-orang kaya menyamar menjadi gembel kumuh, orang gila terlalu berlebihan. Ingin mendapatkan perhatian dari orang lain sampai begitunya, mengambil tema-tema kemanusiaan rakyat menengah kebawah untuk dijadikan model yang dipamerkan.
Humor prank ini benar-benar sangat norak jika merugikan banyak orang lain. diperankan oleh republik dagelan yang tidak elegan.






